Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah menghitung kebutuhan anggaran terkait rencana pengadaan kendaraan pemadam kebakaran.
Saat ini, jumlah armada pemadam kebakaran ada empat unit untuk melayani kegiatan di 10 Kecamatan.
Namun, jumlah tersebut belum ideal dan butuh penambahan yakni kendaraan tangga damkar (Aerial Ladder Truck atau Snorkel).
Menanggapi hal ini, Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparullah mengaku, pihaknya masih melihat anggaran dan harus menyelaraskan dengan kebutuhan anggarannya.
"Kita lihat kebutuhan, kemudian untuk yang itu (armada tangga) nanti di perubahan anggaran dibahas," ucap Asep dikonfirmasi TribunPriangan.com, usai menghadiri Musrenbang di Kecamatan Cipedes, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Gerakan Beberesih Lingkungan Bagi ASN, Tunggu Surat Edaran Walikota Tasikmalaya
Ditanyai rencana pengadaan kendaraan tangga, ia menyebut perlu menyesuaikan kemampuan anggaran yang sekarang tengah defisit dampak efisiensi anggaran.
"Kita menyesuaikan kemampuan anggaran dulu, karena kemampuan anggaran kita juga terbatas apalagi untuk pengadaan mobil damkar," ungkap Asgop.
Sementara itu, di Kota Tasikmalaya sudah banyak gedung-gedung bertingkat. Namun, peralatan pemadam kebakaran (Damkar) yang dimiliki saat ini masih dirasakan sangat kurang.
Korlap Damkar Kota Tasikmalaya Hendrik Setiana mengaku, untuk kendaraan hanya memiliki empat unit mobil pemadam dan itu masih kurang melayani 10 Kecamatan.
"Total ada 4 yang di sini. Tapi tidak semua berfungsi dengan baik, karena sudah tua. Tapi ada satu yang udah direkondisi, satu lagi InsyaAllah tahun ini," ucap Hendrik.
Hendrik menambahkan, untuk meningkatkan layanan damkar belum belum memiliki mobil tangga (ladder truk).
"Kota Tasikmalaya sudah banyak gedung berlantai lebih dari 6 lantai. Jadi kita sangat perlu mobil pemadam tangga untuk proses penyelamatan di tempat ketinggian atau area yang sulit dijangkau," kata Hendrik.
Saat ini Pemkot Tasikmalaya tengah berupaya untuk membeli mobil tangga yanng harganya ditaksir kurang lebih Rp 1 miliar itu.
"Pimpinan lagi berjuang untuk pengadaan mobil tangga," jelasnya. (*)