TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sentilan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto kepada Bali soal masalah sampah sepertinya menghasilkan efek rentetan panjang.
Terbaru, Pemerintah Provinsi bali akan segera melakukan aksi bersih-bersih di pantai yang dimulai dari pantai Kelan, Jimbaran, dan Kedonganan.
Rencananya, pemerintah provinsi Bali akan melakukan aksi bersih-bersih ini besok pada 6 Februari 2026.
"Atas inisiatif Kementerian LH besok akan dilaksanakan bersih-bersih pantai. Mulai dari pantai Kelan, Jimbaran, dan Kedonganan," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LHK Bali, Ida Bagus Kade Wira Negara, dalam Focus Group Discussions Diseminasi Program “Assessing Plastic Use and Pollution Within the Tourism Sector in Indonesia", yang berlangsung di Ruang Rapat Etna Dinas Pariwisata Provinsi Bali pada pada Kamis 5 Februari 2026.
Baca juga: ASTIKA Terjun ke Jurang di Sidemen! Truk Ambil Haluan Hendak Hindari Jalan Rusak, Ini Kronologinya!
Ia pun mengajak para peserta FGD yang memiliki waktu untuk ikut dalam kegiatan aksi bersih-bersih pantai tersebut.
Dimana ini merupakan suatu langkah kecil, mungkin dianggap sebagai kesempatan kecil tapi sangat berarti untuk Bali dan ini sekaligus menjadi edukasi buat generasi yang akan datang.
Dari informasi yang dihimpun kegiatan aksi bersih-bersih pantai ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Hanif Faisol Nurofiq.
Aksi bersih-bersih pantai ini menjadi salah satu rangkaian Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI).
Selain itu beredar informasi bahwa Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana pun akan turut hadir ikut aksi bersih-bersih pantai esok hari.
Baca juga: Pertama Kali Dalam Sejarah, Pembangunan Infrastruktur di Nusa Penida Capai Rp200 Miliar
Baca juga: Jukung Ditabrak Tug Boat Saat Melaut, I Ketut Astika Terombang-ambing di Perairan Tulamben
Kade Wira pun memaparkan kondisi TPA Suwung saat ini yang sudah tidak baik-baik saja kepada seluruh peserta.
"Jadi mungkin kita merasa banyak yang salah mengira bahwa TPA Suwung itu baik-baik saja,”
“Tetapi bagi orang lingkungan, yang mengerti lingkungan, kondisi TPA Suwung itu sudah sangat-sangat berbahaya,”
“Nah tentunya apabila TPA Suwung tersebut ditutup, tentu harus ada skema-skema," ungkap Kade Wira.
Dia berharap ketika terdapat solusi dan skema yang tepat bisa diterima akal sehat maka masyarakat menjadi lebih tenang.
Pemprov Bali memiliki rencana serta solusinya sudah ada, yaitu pengolahan sampah berbasis sumber.
"Ternyata selama ini masalahnya di hulu. Karena hulunya tidak selesai, sampah tercampur residu masuk ke TPA,”
“Menyebabkan volume sampah di TPA cepat meningkat. Dan kondisi pencemarannya semakin berbahaya. Dan semakin meluas," papar Kade Wira.
Sebelumnya, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyentil Wayan Koster soal sampah di Bali saat Rakornas tahun 2026.
Prabowo Subianto mempertanyakan masalah besar yang kini menghantui Bali yakni masalah sampah.
Pada Rakornas tersebut, Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan ia dicurhati pejabat di Korea soal Pantai di Bali kotor.
“Ini maaf ya, gubernur, bupati dari Bali. Ini real loh. Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?”
“Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD, di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih?," ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin 2 Februari 2026.
Prabowo pun meminta, agar melibatkan anak-anak sekolah di Bali untuk membersihkan pantai.
Selain itu ia juga mengajak aparat TNI dan POLRI, untuk melakukan giat bersih-bersih Pantai. (*)