TRIBUNTRENDS.COM - Nasib pilu kini dialami Siti Nur Rahayu (22), atlet rugby asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang pernah mengharumkan nama daerah di level nasional. Perempuan muda yang biasa berjibaku di lapangan itu kini hanya bisa terbaring lemah di rumahnya akibat penyakit serius yang dideritanya.
Siti mengalami pecah usus dan membutuhkan penanganan medis intensif, termasuk pengobatan rutin hingga tindakan operasi. Namun keterbatasan biaya menjadi penghalang utama. Ia tak memiliki BPJS Kesehatan, sementara kondisi ekonomi keluarga tak memungkinkan untuk menanggung biaya pengobatan yang besar.
Saat ini, Siti hanya bisa menghabiskan hari-harinya di atas kasur. Tubuhnya melemah, aktivitas fisik yang dulu menjadi kesehariannya kini tak lagi mampu ia lakukan. Setiap rasa sakit di bagian usus membuatnya hanya bisa terdiam menahan perih.
Baca juga: Ikut Kejurda Jabar, 2 Atlet Terjun Payung Jatuh ke Laut Pangandaran, 1 Meninggal Usia 64 Tahun
Ibunda Siti, Yeni Nurhayati, mengaku terpukul melihat kondisi putrinya yang dulu begitu aktif dan penuh semangat. Ia berharap ada perhatian dan bantuan untuk kesembuhan anaknya, mengingat Siti adalah atlet yang telah berjuang membawa nama Garut dan Jawa Barat di berbagai ajang olahraga.
“Sedih sekali melihat anak saya seperti ini. Dulu setiap hari olahraga, sekarang hanya bisa terbaring. Penyakitnya parah, ada bagian usus yang keluar,” ujar Yeni saat ditemui KOMPAS TV, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan, seluruh biaya pengobatan selama ini ditanggung secara mandiri oleh keluarga. “Untuk berobat ya biaya sendiri. Kami benar-benar kesulitan,” katanya.
Siti sendiri mengaku kondisinya belum sepenuhnya pulih. Meski terkadang terasa membaik, tubuhnya kembali drop saat mencoba beraktivitas ringan. “Kalau sekarang agak baikan, tapi kalau coba jalan sedikit, besoknya panas lagi. Badan sudah enggak kuat,” ucapnya lirih.
Baca juga: Insiden di Masjid: Anak Kecil Tertimpa Pembatas Salat, Keluarga Buka Suara
Diketahui, Siti merupakan atlet rugby Kabupaten Garut sejak 2021. Ia pernah meraih medali perunggu Rugby 7s di Kejuaraan Nasional dan menjadi wakil Jawa Barat di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2022 serta PON 2024 di Aceh–Sumatera Utara. Sebelum menekuni rugby, Siti juga aktif sebagai atlet karate.
Kisah pilu Siti akhirnya mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyatakan Pemprov Jabar akan turun tangan langsung membantu pengobatan Siti.
“Hari ini pemerintah provinsi Jawa Barat turun untuk membawanya ke rumah sakit,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (5/2/2026).
Kini, harapan besar tertuju pada bantuan tersebut, agar atlet yang pernah mengharumkan nama daerah itu bisa kembali mendapatkan haknya untuk sembuh dan hidup layak.
Tribun Jatim | Alga | TribunTrends.com | Afif Muhammad