Duka Belum Usai, Karina Ranau Hadapi Tudingan Pahit Usai Epy Kusnandar Pergi
February 05, 2026 05:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kesedihan masih menyelimuti kehidupan aktris Karina Ranau setelah ditinggal sang suami, Epy Kusnandar, untuk selama-lamanya. Namun di tengah duka yang belum pulih, Karina justru harus menghadapi tudingan miring dari sebagian pihak.

Sejumlah orang menuding Karina memanfaatkan kesedihannya demi menarik simpati pengunjung agar warung makan peninggalan mendiang Epy Kusnandar semakin ramai.

Diketahui, aktor yang dikenal luas lewat peran Kang Mus dalam serial Preman Pensiun itu mengembuskan napas terakhir pada 3 Desember 2025 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta, setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Sejak kepergian sang suami, Karina berusaha melanjutkan hidup dengan mengelola warung makan yang pernah dirintis bersama Epy. Sebagai penguat hati, Karina kerap memajang foto sang suami di warung tersebut dan mengenakan bando bergambar Epy saat berjualan.

Baca juga: Bukan Jual Iba, Ternyata Ini Alasan Haru Karina Ranau Tetap Pasang Foto Epy Kusnandar di Warungnya

Namun niat sederhana itu justru disalahartikan.

"Saya pajang foto ini kan buat sesuatu membuat saya semangat gitu," kata Karina, dikutip dari YouTube Insertlive, Kamis (5/2/2026).
"Terus saya dibilang menjual iba menarik orang-orang supaya mau datang ke sini, mau makan ke sini," imbuhnya.
Tudingan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Karina. Ia mengaku sakit hati lantaran perjuangan yang selama ini ia lakukan bersama Epy seolah tak terlihat.

"Sakit aja rasanya," ungkap Karina.
Wanita yang dinikahi Epy Kusnandar pada 2008 itu pun menyayangkan komentar negatif dari orang-orang yang tidak mengetahui proses panjang perjuangan mereka membangun usaha dari nol.

"Sedangkan perjuangan kita itu orang nggak lihat semuanya perjuangan kita kayak apa."
"Kita ke pasar, kita membuat konten, kita (cari cara) bagaimana orang bisa berdatangan ke sini, yang sudah datang pun kembali lagi," ujarnya.

Baca juga: Dua Bulan Epy Kusnandar Wafat, Karina Ranau Berduka Warungnya Kemalingan, Buat Sayembara Berhadiah

Di balik rasa sedih dan lelah, Karina menyimpan niat mulia. Ia mengungkapkan keinginannya membangun sebuah musala dari hasil usaha warung makan tersebut, sebagai persembahan untuk mendiang sang suami.

Dituding jual iba usai Epy Kusnandar wafat, Karina Ranau mengaku sakit hati dan bongkar perjuangan di balik warung makan. (Kolase TribunTrends/via Kompas)

Sambil menahan air mata, Karina berharap warungnya dapat terus berkembang dan suatu hari berpindah ke tempat yang lebih luas.

“Entah itu kapan suatu saat nanti, saya pengin punya tempat yang besar,” ujar Karina.
Ia bahkan bernazar akan menggunakan sebagian penghasilan warung bukan hanya untuk pendidikan anak mereka, tetapi juga untuk membangun musala atas nama Epy Kusnandar.

“Terus kalau nanti itu uangnya, rezekinya banyak tempatnya besar, orang-orang ramai datang, saya punya nazar.”
“Saya punya nazar, jadi penghasilan dari warung itu nanti selain untuk Que sekolah, saya mau bikinin dia (Epy) musala," ungkap Karina.
Karina menyebut musala tersebut sebagai hadiah terakhir yang ingin ia persembahkan untuk sang suami tercinta.

Baca juga: Terungkap Alasan Karina Ranau Tidak Penuhi Wasiat Epy Kusnandar Dimakamkan di Garut, Aku Mau Deket

"Masjid yang kecil atau musala lah gitu."
"Ingin saya persembahkan untuk dia, itu hadiah dari saya," pungkas Karina.

Keinginan Epy Kusnandar yang Belum Terwujud

Sementara itu, Damar Rizal Marzuki, anak kedua Epy Kusnandar, turut mengungkap sejumlah keinginan ayahnya yang belum sempat terwujud semasa hidup.

Salah satunya adalah keinginan memiliki tempat latihan teater, mengingat kecintaan Epy terhadap dunia seni peran sejak remaja.

"Sempat pengin punya tempat latihan teater," kata Damar, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (5/12/2025).
Damar menyebut, warung makan di kawasan Jalan Haji Samali, Pancoran, Jakarta Selatan, memang menjadi salah satu impian Epy yang akhirnya berhasil diwujudkan.

Baca juga: Penyesalan Karina Ranau Malam Terakhir sebelum Epy Kusnandar Meninggal, Ketiduran di Sofa

Namun, bukan hanya itu. Epy juga sempat berangan-angan membangun studio musik yang berdampingan dengan warung tersebut.

"Terus pengin punya studio musik di tempat makannya itu," ujar Damar.
Sebagai seorang dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Damar meyakini bahwa sang ayah sebenarnya masih memiliki banyak rencana besar yang belum sempat direalisasikan.

"Sebetulnya banyak yang terucap ya, walaupun itu belum terwujud atau enggak, itu proses sebetulnya."
"Kalau misalkan masih ada mungkin itu progresnya perkembangannya pasti ke arah sana."
"Pasti itu yang bakal dicapai ke depannya," tutur Damar.

Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.