TRIBUNTREND.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan tertimpa pembatas salat di dalam masjid viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Insiden tersebut terjadi setelah dua perempuan yang diketahui merupakan siswi sekolah dasar bercanda di area saf perempuan hingga tanpa sengaja menyenggol pembatas salat.
Peristiwa itu terekam kamera CCTV dan terjadi di salah satu masjid di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada 26 Januari 2026. Dalam rekaman yang beredar luas, pembatas salat terlihat ambruk dan mengenai seorang balita perempuan yang tengah melintas di dekatnya.
Viralnya video tersebut memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, bahkan muncul kabar tidak benar yang menyebutkan bahwa korban meninggal dunia. Menanggapi hal itu, orang tua korban akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.
Baca juga: Aku Menolak Diperlakukan Seperti Anak Kecil oleh Penumpang di Sampingku
Orang tua korban menegaskan bahwa anaknya selamat dan kini dalam kondisi membaik. Korban yang berusia 3 tahun 8 bulan telah menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh, termasuk CT scan.
“Memang ada pendarahan di otak, tapi menurut dokter tidak perlu operasi karena masih bisa ditangani dengan obat-obatan,” ujar orang tua korban melalui akun media sosial @vatharany, Rabu (4/2/2026), dikutip dari TribunJakarta.
Saat ini, korban disebut sudah mulai kembali beraktivitas meski masih menjalani masa pemulihan. Orang tua juga menegaskan bahwa anaknya tidak berada di masjid sendirian saat kejadian, melainkan datang bersama sang kakek.
Dalam rekaman CCTV yang viral, terlihat seorang perempuan dewasa dan seorang anak perempuan sedang bercanda di dekat pembatas salat. Tanpa disadari, pembatas tersebut tersenggol dan roboh tepat saat korban melintas. Akibat kejadian itu, korban sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya ditolong dan digendong oleh orang dewasa di sekitar lokasi.
Baca juga: Pendakwah Muda Gus Elham Yahya Dikecam Susi Pudjiastuti Setelah Video Cium Anak Kecil Viral
Orang tua korban mengaku terpukul melihat video tersebut terus beredar dan diputar ulang di media sosial. Ia berharap masyarakat bisa lebih bijak dan menghentikan penyebaran video, terlebih dengan narasi yang tidak sesuai fakta.
Pihak keluarga dari anak yang menyenggol pembatas salat juga telah menemui orang tua korban, menyampaikan permohonan maaf, serta bertanggung jawab atas insiden tersebut. Masalah ini pun diselesaikan secara kekeluargaan.
Orang tua korban kembali menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan dan melibatkan anak-anak. Ia berharap publik tidak lagi menggiring opini yang menyudutkan pihak tertentu maupun menyebarkan kabar keliru.
Saat ini, kondisi korban terus membaik dan keluarga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar pengawasan anak di ruang publik, termasuk tempat ibadah, dapat lebih diperhatikan.
Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad