TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI – Hingga hari ketujuh pascakeracunan massal yang diduga disebabkan Makan Bergizi Gratis (MBG), hasil laboratorium pemeriksaan sampel makanan masih belum keluar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para korban.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, ketika dikonfirmasi menyebut bahwa pihaknya masih menunggu hasil laboratorium.
“Hasil lab belum keluar,” kata Aang, Kamis (5/2/2026).
Di tengah penantian hasil laboratorium dari Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi, Budhi Hartono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur SPPG, antara lain SPPG Kasang Pudak, Kasang Kumpeh, Niaso, dan Bukit Baling.
Dalam sidak tersebut, Pemkab menemukan sejumlah pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berpotensi memicu kontaminasi pangan.
Di SPPG Kasang Kumpeh dan Kasang Pudak, persoalan krusial ditemukan pada sistem pembuangan air limbah yang tidak memadai.
“Sistem pembuangan yang buruk dapat menjadi sumber kontaminasi makanan,” tegas Budhi Hartono saat memantau fasilitas tersebut.
Tak hanya masalah limbah, di SPPG Niaso dan Bukit Baling, tim menemukan fasilitas pendinginan makanan yang masih menyatu dengan ruangan aktivitas lain.
Padahal, sesuai standar keamanan pangan, ruang pendinginan harus terpisah guna mencegah terjadinya pencemaran silang (cross-contamination).
Sebelumnya ratusan siswa berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari murid TK, SD, MTS atau sederajat hingga guru dan balita.
Dugaan sementara, mereka mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program MBG yang disalurkan pada Jumat (30/1/26) kemarin. (*)
Baca juga: Keracunan Soto MBG di Muaro Jambi, Gubernur Jambi: Tunggu Hasil Uji Lab, Setop Dulu