Museum Keraton Solo Rencana Akan Dibuka Pekan Depan, Tapi Pengunjung Masih Belum Bisa Akses?
February 05, 2026 06:27 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Museum Keraton Kasunanan Surakarta direncanakan kembali dibuka pekan depan setelah lama ditutup akibat konflik internal.

Namun, Lembaga Dewan Adat (LDA) belum bisa memastikan kapan pengunjung dapat kembali mengakses museum tersebut.

“Museum minggu depan baru mulai lagi. Baik dibuka maupun dilanjutkan revitalisasinya,” kata Ketua LDA GKR Koes Murtiyah Wandansari, Kamis (5/2/2026).

MUSEUM BELUM BUKA : Ketua LDA Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari, saat ditemui Kamis (5/2/2026). Ia menjelaskan pihaknya baru berencana membuka museum Keraton Solo pekan depan.
MUSEUM BELUM BUKA : Ketua LDA Keraton Solo, GKR Koes Moertiyah Wandansari, saat ditemui Kamis (5/2/2026). Ia menjelaskan pihaknya baru berencana membuka museum Keraton Solo pekan depan. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Ia menegaskan, meski ada rencana pembukaan kembali museum pada pekan depan, pihaknya belum bisa menjanjikan kapan masyarakat dapat kembali berkunjung.

Namun, LDA berkeinginan membuka seluruh ruangan museum jika sudah memungkinkan.

“Insyaallah dibuka semua (museum),” tuturnya.

Sudah 3 Pekan

Penutupan museum masih berlangsung sejak drama gembok-gembokan kembali terjadi pada Jumat (16/1/2026) hingga Kamis (5/2/2026).

Meski pihak LDA berencana memulai pembukaan kembali museum pada pekan depan, pembukaan museum untuk publik belum dapat dipastikan waktunya.

Hal ini lantaran pengelolaan museum kini berada dalam kewenangan pelaksana yang ditunjuk melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan.

Konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta yang melibatkan dua kubu Pakubuwono XIV, yakni Purboyo dan Hangabehi, hingga kini belum sepenuhnya mereda meski kedua pihak telah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Perselisihan tersebut bahkan memicu kembali aksi gembok-gembokan di area keraton.

Baca juga: LDA Keraton Solo : Permendagri Jadi Ganjalan Pakubuwono XIV Hangabehi Tak Ajukan Penggantian Nama

Sebelumnya, pada Sabtu (13/12/2025), sejumlah utusan Pakubuwono XIV Purboyo menggerinda gembok secara paksa dan menggantinya dengan gembok baru.

Kemudian pada Jumat (16/2/2026), LDA yang mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi juga melakukan tindakan serupa.

Meski akses museum kini berada dalam kendali pihak LDA, museum belum bisa langsung dibuka untuk umum.

Hal ini karena turunnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan yang menunjuk KGPHPA Tedjowulan sebagai pelaksana revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta, termasuk museum.

Baca juga: Momen Ultah ke-41 Hangabehi, Bagikan Tumpeng ke Keluarga dan Abdi Dalem di Pendopo Keraton Solo

Dalam keputusan tersebut, KGPHPA Tedjowulan diminta berkoordinasi dengan Pangageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua LDA GKR Koes Murtiyah Wandansari terkait pengelolaan museum.

“Itu kan sudah dipasrahkan dengan SK Pak Menteri. Tinggal rembug saya dengan Gusti Tedjowulan,” jelasnya.

Hingga kini, publik masih harus menunggu hasil koordinasi antara pihak terkait sebelum museum yang menjadi salah satu ikon sejarah Kota Solo itu benar-benar kembali dibuka untuk pengunjung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.