TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ada kemungkinan New Paragon KTV, Pool and Cafe bisa beroperasi kembali.
Hiburan malam itu kembali beraktivitas ketika terbukti tidak memfasilitasi pesta LGBT tersebut.
"Kalau masalahnya bukan dari manajemen Paragon, tentu saya sebagai pemerintah kota harus berlaku adil, tidak semena-mena mencabut yang bukan melakukan kesalahan," tegas Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (5/2/2026).
Dirnya mengaku siap mencabut izin operasional Paragon KTV ketika terbukti memfasilitasi pesta LGBT itu.
Ia bakal melakukan evaluasi terhadap izin seluruh hiburan malam yang ada.
"Kalau kesalahannya ada di manajemen, saya pastikan izin operasionalnya saya cabut," ulasnya.
Baca juga: Pasca Penyegelan New Paragon, Pemko Pekanbaru Evaluasi Seluruh Izin Hiburan Malam
Baca juga: Terkait Dugaan Pesta LGBT di Pekanbaru, Manajemen New Paragon Minta Maaf
Baca juga: Izin New Paragon Terancam Dicabut Bila Terbukti Fasilitasi Pesta LGBT di Pekanbaru
Dirinya menegaskan bahwa saat ini New Paragon KTV tidak bisa beroperasi selama penyegelan pasca dugaan pesta LGBT.
Tim Satpol PP Kota Pekanbaru bersama Kepolisian Pekanbaru mengawasi hiburan malam itu.
"Tidak boleh ada aktivitas di Paragon ini sampai ada titik terang dan jelas, apa manajemen memfasilitasi atau tidak pesta LGBT itu," terangnya.
Agung menyampaikan bahwa manajemen Paragon KTV sudah memberi keterangan kepada penyidik Polresta Pekanbaru.
Mereka yang jadi tamu dalam acara diduga Pesta LGBT juga dimintai keterangan.
"Masih dalam pemeriksaan, maka untuk menjaga situasi tetap kondusif, dilakukan penyegelan terhadap tempat hiburan malam tersebut," paparnya.
Sebelumnya manajemen New Paragon, KTV, Pool and Cafe buka suara soal dugaan Pesta LGBT di tempat hiburan malam itu.
Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ada.
"Kami manajemen minta maaf, untuk ke depannya kami berusaha lebih baik lagi untuk menjaga agar tidak terjadi seperti ini," papar Manajer Operasional New Paragon, Hafis Lubis kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (3/2/2026) lalu.
Dirinya bercerita bahwa awalnya pengunjung itu menyewa president suite room pada 25 Januari 2026 lalu. Ada sekitar 20 hingga 30 orang dalam ruangan tersebut.
Namun pengunjung dalam ruangan itu datang satu persatu. Mereka berada dalam ruangan tersebut selama dua jam.
"Itu tamu, bukti pembayarannya ada, masuknya tidak bergerombolan," terangnya.
Dirinya mengaku tidak tahu apa acara di dalam ruangan mewah tersebut. Ia menyampaikan bahwa ruangan itu sangat privat.
"Kami terkait itu, sudah minta pengunjung juga memberi klarifikasi," ulasnya.
Hafis mengaku setelah kejadian dalam ruangan tersebut heboh di media sosial. Mereka mengaku bahwa acara itu acara ulang tahun.
"Ada lucky draw juga, kostum terbaik. Makanya di kamera, mereka saja yang disorot," ungkapnya.
Dirinya mengaku manajemen mengawasi aktivitas tamu yang datang. Ia menyampaikan bahwa manajemen siap mengikuti penyegelan sementara tempat hiburan malam itu.
"Kalau kita ikuti prosedur yang ada, kita ikuti arahan wali kota, ikuti perkembangan nanti," jelasnya.
( Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)