Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dalam memberikan pelatihan tim tanggap bencana yang berada di dalam tubuh MUI menyusul banyaknya bencana yang terjadi belakangan ini.
Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis mengatakan tim tersebut bernama Muslim Disaster Rescue (MDR) dan diketuai oleh Ketua MUI Komisi Badan penanggulangan Bencana Nusron Wahid.
"Karena banyak bencana, kami mengharapkan bisa kerja sama antara MUI dengan Bapak Kapolri, dengan Polri, ini untuk membuat satu tim rescue yang di MUI telah didirikan," katanya.
Melalui kerja sama tersebut, ia mengharapkan Polri dapat memberikan pelatihan seputar pertolongan saat bencana.
"Dari mulai training-training (pelatihan-pelatihan) untuk membuat dari kepengurusan MDR ini mampu untuk menanggulangi bencana yang kemungkinan sering terjadi di Indonesia ini," ujarnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyambut baik kerja sama yang terjalin terkait pemberian pelatihan kesiapsiagaan maupun tanggap bencana kepada personel MUI.
Sebagai tindak lanjut, Kapolri mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan hal-hal yang bersifat teknis.
"Apakah itu latihan dan hal-hal lain yang diperlukan untuk menindaklanjuti MoU (memorandum of understanding) ataupun kerja sama yang akan kita laksanakan," katanya.
Sebelumnya, Ketua MUI Komisi Badan penanggulangan Bencana Nusron Wahid mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuat Muslim Disaster Recovery (MDR), yaitu unit reaksi cepat untuk menanggulangi bencana.
Pembentukan tim tersebut, kata dia, sama halnya dengan Muhammadiyah yang telah memiliki Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Nahdlatul Ulama yang telah memiliki Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI).







