TRTRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah tempat wisata di Jawa Tengah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam pada Januari 2026 lalu bakal direvitalisasi.
Proses revitalisasi ditargetkan rampung sebelum lebaran 2026 dengan harapan bisa menyambut momen libur lebaran.
"Ya Segera mungkin proses revitalisasi bisa rampung, paling tidak sebelum lebaran," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, AR Hanung Triyono saat dihubungi Tribun, Kamis (5/1/2026).
Hanung belum bisa merinci total tempat wisata yang akan menjadi target proses perbaikan akibat terdampak bencana.
Namun, berdasarkan catatan Tribun Jateng, sejumlah tempat wisata mengalami kerusakan yang berada di Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.
Untuk Kabupaten Tegal tempat wisata yang porak-poranda dilanda bencana banjir bandang terjadi di kawasan Guci di antaranya Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, Serwiti Paradise
Kawasan wisata terdampak berikutnya yakni di antaranya , Telaga Sunyi, Curug Bayan, dan Curug Tirta Sela, di Kawasan wisata Baturraden Kabupaten Banyumas.
Sementara untuk di Kabupaten dan Kota Magelang meliputi kawasan Wisata Religi Gunung Tidar dan kawasan Air Terjun Kedung Kayang.
Baca juga: Resmi Bergabung, Ibrahim Sanjaya Ikut TC PSIS Semarang di Yogyakarta
Hanung juga belum bisa menjelaskan total kerugian sejumlah tempat wisata tersebut yang terdampak bencana. Sebab, angka kerugian tersebut masih dalam pendataan Dinas Pariwisata di masing-masing Kabupaten/Kota.
"Nah, kalau data kerugian kerusakan tempat wisata masih diolah oleh teman-teman (dinas) Pariwisata di masing-masing Kabupaten Kota di Jateng," terangnya.
Ia mengungkap, sejauh ini belum ada rencana penutupan tempat wisata secata permanen akibat terjadi bencana alam.
Terutama kawasan wisata di Guci Kabupaten Tegal yang sudah berulang kali dihantam bencana banjir bandang.
Ia hanya mengingatkan pengelola wisata harus mengutamakan keselamatan pengunjung selama jam operasional.
"keselamatan tempat wisata adalah prioritas, itu yang paling utama. Misal dihitung membahayakan lebih baik ditutup saja," terangnya.
Selain fokus melakukan revitalisasi, Hanung mengungkap pihaknya sedang melakukan evaluasi keselamatan tempat wisata di tengah ancaman bencana. Evaluasi ini menyusul adanya beberapa kejadian wisatawan tewas di tempat wisata. Hal ini terjadi di tempat wisata religi Magelang.
"Setiap ada kejadian pasti ada evaluasi. Jadi tadi evaluasi tutup apa tidak, aman apa tidak, itu pasti ada. Tapi sejauh ini belum ada tempat wisata yang kami tutup," bebernya.
Ia menambahkan, tempat wisata menjadi prioritas program Gubernur Jateng, ditargetkan Jateng bakal menambah 1.000 desa wisata pada tahun 2027.
"Program ini menjadi unggulan Bapak Gubernur. Jadi kami mulai bergerak bersama-sama dengan Kabupaten Kota dan pelaku pegiat untuk mewujudkan target itu," katanya. (Iwn)