BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Kaltim
February 05, 2026 08:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan keberadaan bibit siklon tropis 94W yang terdeteksi di perairan Samudra Pasifik, tepatnya di sekitar wilayah Filipina.

Bibit siklon adalah tahap awal pembentukan siklon tropis, ditandai dengan sistem tekanan udara rendah, awan konvektif tebal, dan kecepatan angin 15-34 knot.

Sistem tekanan rendah ini berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di Kalimantan Timur dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Jadwal Mati Air PDAM di Balikpapan Jumat 6 Februari 2026, Ini Daftar Daerah Terdampak

Dari hasil prediksinya, BMKG menjelaskan, bibit siklon umumnya memiliki masa hidup sekitar tiga hingga lima hari.

Meski cenderung melemah saat melintasi daratan Filipina, sistem ini berpeluang kembali menguat ketika berada di perairan terbuka.

Baca juga: Jadwal Mati Air PDAM di Balikpapan Jumat 6 Februari 2026, Ini Daftar Daerah Terdampak

Selain memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah peningkatan tinggi gelombang laut.

Di perairan Kalimantan Timur, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 1,25 meter, sementara di perairan terbuka dapat meningkat hingga 2 meter.

Kepala Bidang Data BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita, mengatakan sistem tekanan rendah tersebut berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dan memberikan dampak tidak langsung ke wilayah Kaltim.

“Jika siklon terbentuk, pola angin di Kalimantan Timur akan mengalami belokan dan melambat. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, serta Kota Samarinda, Bontang, dan Balikpapan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Meski demikian, BMKG memastikan hingga saat ini belum terdeteksi potensi banjir rob di wilayah pesisir Kalimantan Timur. Namun, kombinasi hujan lebat dan angin kencang tetap dapat memicu peningkatan gelombang laut secara tiba-tiba, terutama di wilayah perairan.

Carolina menambahkan, secara umum Kalimantan Timur masih berada dalam musim hujan sepanjang Februari dan diperkirakan mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau pada April hingga Mei.

“Untuk potensi angin puting beliung di daratan masih relatif rendah. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.