Bacaan Niat Puasa Qadha untuk Mengganti Utang Puasa Ramadhan Tahun Lalu
February 05, 2026 08:32 PM

TRIBUNWOW.COM - Dalam Islam, puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan setiap muslim yang telah baligh, berakal, dan tidak memiliki uzur syari.

Namun, ada kondisi tertentu yang membolehkan seseorang untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan seperti haid, sakit atau sedang bepergian jauh (musafir).

Sebagai Muslim kita diwajibkan mengganti puasa Ramadhan di hari-hari lain apabila kita tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena uzur tertentu.

Mengqadha puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus seperti saat Ramadhan, tetapi juga perlu niat yang benar, waktu pelaksanaan yang sesuai, serta menjaga adab dan amalan selama berpuasa.

Baca juga: Sedekah dan Berbagi di Bulan Ramadhan: Pintu Rahmat yang dibuka dengan kebaikan

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 184:

أَيَّامًۭا مَّعْدُودَٰتٍۢ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌۭ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌۭ طَعَامُ مِسْكِينٍۢ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًۭا فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ١٨٤

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”

Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa orang yang memiliki uzur boleh meninggalkan puasa Ramadhan, namun wajib menggantinya pada hari lain.

Niat Mengqadha Puasa Ramadhan

Niat adalah syarat sah puasa, termasuk puasa qadha. Niat bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan dengan lisan.

Niat harus dibaca atau dilakukan sebelum terbit fajar (waktu imsak) dikarenakan puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat tidak bisa dilakukan di siang hari seperti pada puasa sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai)

Lafal Niat Puasa Qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Baca juga: Sedekah dan Berbagi di Bulan Ramadhan: Pintu Rahmat yang dibuka dengan kebaikan

Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan

Mengganti puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan sebelum masuk bulan Ramadhan berikutnya. 

Pilih hari di luar Ramadhan yang memungkinkan, tidak pada hari yang diharamkan puasa (misalnya Idul Fitri dan Idul Adha).

Jika seseorang menunda tanpa uzur hingga datang Ramadhan berikutnya, maka ia berdosa dan wajib:

  • Mengqadha puasa yang ditinggalkan.
  • Membayar fidyah, menurut sebagian besar ulama

(Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret, Rizki Pangestu/TribunWow.com, Elfan Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.