TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kondisi kesehatan mental aktor Ammar Zoni dikabarkan menurun drastis saat mendekam di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Mantan suami Irish Bella ini disebut mengalami tekanan psikologis hebat lantaran adanya kabar bahwa dirinya akan dikembalikan ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.
Kuasa hukum Ammar Zoni, John Mathias, mengungkapkan bahwa kliennya merasa sangat terpukul (down) mendengar rencana pemindahan tersebut.
Baca juga: Ammar Zoni Curhat ke Derry Sulaiman, Tegaskan Dirinya Bukan Bandar dan Pengedar
Tekanan ini dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi Ammar dalam menghadapi persidangan yang masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Ya untuk terdakwa pasti down-lah. Dia tidak bisa konsentrasi hadapi persidangan, itu yang kita khawatirkan. Mungkin kata-kata Nusakambangan itu kan seram juga ya, psikologis lah," ujar John Mathias di Lapas Cipinang, Kamis (5/2/2026).
Pihak kuasa hukum kini tengah menyiapkan surat permohonan keberatan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
John menekankan bahwa Ammar seharusnya tidak dipindahkan ke Nusakambangan sebelum ada keputusan hukum yang tetap (inkracht).
Kerinduan Mendalam pada Buah Hati
Selain bayang-bayang Nusakambangan, beban mental Ammar semakin berat karena rasa rindu yang tak terbendung kepada kedua anaknya yang kini diasuh oleh Irish Bella.
Bertahun-tahun mendekam di balik jeruji besi, Ammar disebut belum pernah bertemu lagi dengan buah hatinya.
John Mathias menjelaskan bahwa secara aturan, Ammar diperbolehkan bertemu anak-anaknya. Namun, kendala utama adalah izin dari Irish Bella selaku pemegang hak perwalian.
"Kalau anak-anak mau ketemu itu tidak ada halangan sebenarnya karena bapak kandung. Tapi tentu harus ada orang tuanya (Irish Bella). Apakah orang tuanya memberi izin atau tidak, lebih bagus ditanyakan ke mantan istrinya," ungkap John.
Kondisi di Dalam Tahanan
Meski secara psikis terganggu, John memastikan bahwa kebutuhan fisik Ammar di Lapas Cipinang terpenuhi dengan baik.
Ammar mendapatkan pelayanan profesional terkait asupan makanan, pakaian, hingga akses komunikasi dengan tim hukum.
"Pelayanan di sini profesional, Ammar diperhatikan dengan baik. Masalah makanan dan komunikasi dengan pengacara dikasih akses seluas-luasnya," tutupnya.