TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BANYUWANGI - Sebelum mengamen dan mengeroyok seorang warga Banyuwangi bernama Yoseph Bachtiar Irawan (46), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi hingga tewas, belasan anak punk disebut sempat berulah di salah satu restoran tekat lokasi kejadian.
Cerita tersebut diketahui keluarga Yoseph setelah pengeroyokan. Menurut informasi, para anak punk itu terlihat berkumpul dan sempat diusir di restoran tersebut.
"Katanya anak-anak punk itu dengan jumlah yang cukup banyak, ada ramai-ramai di rumah makan," kata Triyas Oktania, adik kandung korban, saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/2/2026).
Pemilik restoran sempat meminta sekuriti di sana untuk mengusir para anak punk tersebut. Mereka akhirnya pergi. Sebagian besar telah berangkat ke arah selatan. Sementara tiga anak punk lainnya mengamen di rumah-rumah warga yang ada di pinggir jalan.
Baca juga: Belasan Anak Punk Keroyok Warga Kalipuro Banyuwangi Hingga Tewas
Baca juga: Ketahuan Curi Alpukat 100 Kilogram, Maling di Kabupaten Jember Babak Belur Dihajar Warga
Tiga anak punk yang mengamen inilah yang diduga memicu adanya pengeroyokan kepada korban.
Awalnya, mereka mengamen di rumah tetangga korban. Setelahnya, mereka berpindah ke rumah korban.
Entah apa yang terjadi, anak punk tersebut kemudian terlibat cekcok dengan korban. Ketiga anak punk tersebut kemudian lari dan dikejar oleh korban.
"Mereka lari ke arah selatan. Sama kakak saya dikejar. Tidak ada yang tahu pasti juga penyebabnya apa sehingga kakak saya mengejar mereka," ujarnya.
Kejar-kejaran itu terjadi hingga lebih dari 100 meter ke arah selatan. Di lokasi pengejaran itu, tiga anak punk ternyata telah berkumpul dengan balasan kawan mereka.
Di pinggir jalan itu, korban dianiaya secara brutal. Ketika beberapa orang warga datang mendekat, para anak punk lari meninggalkan lokasi.
Para anak punk tersebut sempat dilihat oleh warga menggandol atau menumpang truk yang lewat. Mereka meninggalkan lokasi meninggalkan lokasi ke arah utara.
Salah satu warga yang berada di lokasi sempat melihat anak punk tersebut pergi dengan gaya mengejek ke arah korban. Sementara korban dalam kondisi ambruk tak berdaya.
"Istri kakak saya sempat menyusul ke lokasi. Kakak saya sudah tidak berdaya saat itu," tambah Oktania.
Oleh warga, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka-luka parah di kepala. Korban juga sempat muntah-muntah.
"Sejam setelah di rumah sakit, kakak saya meninggal," sambungnya.
Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait pengeroyokan tersebut. Menurut informasi yang TribunJatimTimur.com terima, beberapa terduga pelaku pengeroyokan telah diamankan oleh aparat. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyuwangi.
(Aflahul Abidin/TribunJatimTimur.com)