Sosok Wamenkeu Juda Agung, Kini Dampingi Menkeu Purbaya, Ungkap Arahan Presiden: Jaga Stabilitas
February 05, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Prosesi pelantikan digelar di Istana Kepresidenan pada Kamis (5/2/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Adies Kadier juga dilantik sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi.

Dengan pengangkatan tersebut, Juda kini mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengelola kebijakan fiskal nasional.

Penunjukan Juda sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Thomas Djiwandono sebagai Wamenkeu.

Thomas sendiri kini dipercaya menempati posisi baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Setelah resmi dilantik, Juda mengungkapkan pesan khusus yang ia terima langsung dari Presiden Prabowo.

Ia diminta untuk memastikan hubungan fiskal dan moneter berjalan selaras dan saling mendukung.

Menurut Juda, koordinasi tersebut menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, sinergi yang kuat juga diperlukan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi.

Baca juga: Petinggi BEI-OJK Mundur saat IHSG Anjlok, Ferdinand Hutahaean Sindir Menkeu Purbaya: Kapan Nyusul?

KELAKAR MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya sentil Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo setelah KSAD Maruli Simanjuntak curhat tentara yang tangani pemulihan pascabencana di Sumatera cuma diberi makan.
KELAKAR MENKEU PURBAYA - Menkeu Purbaya sentil Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo setelah KSAD Maruli Simanjuntak curhat tentara yang tangani pemulihan pascabencana di Sumatera cuma diberi makan. (YouTube Tribunnews)

"Saya dari BI kemudian ke sini, saya kira koordinasi (dan) sinergi antara fiskal dan moneter insya Allah akan semakin baik, semakin erat," kata Juda di hadapan awak media, Kamis, dikutip dari YouTube KompasTV.

Ia menegaskan bahwa pesan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat pertemuan pribadi.

"Ini sesuai arahan Bapak Presiden kepada saya. Waktu saya menemui beliau, intinya adalah bahwa fiskal moneter harus terkoordinasi dan bersienrgi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan."

"Dan tentu saja at the same time kita harus menjaga stabilitas makro ekonomi," jelas Juda.

Sebelum menjabat Wamenkeu, Juda diketahui mengundurkan diri dari posisinya sebagai Deputi Gubernur BI pada pertengahan Januari 2026.

Thomas Djiwandono: Kesempatan bagi Saya

Terpilih sebagai Deputi Gubernur BI pada akhir Januari 2026 lalu, Thomas Djiwandono menganggap hal tersebut sebagai kesepatan bagi dirinya untuk mengabdi di tempat lain.

Meski sama-sama berfokus pada ekonomi, kata Thomas, bekerja di Kemenkeu dan BI cukup berbeda.

"Sebagai seorang yang waktu itu juga setuju masuk Kemenkeu, ya saya merasa mungkin ini lebih sesuatu kesempatan di mana saya bisa mengabdi di tempat lain."

"Tetap ini di urusannya ekonomi yang tadinya fiskal, kita sekarang bicara moneter," tutur Thomas saat Konferensi Pers di Kemenkeu, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, pengabdiannya di BI tak jauh berbeda saat masih bertugas di Kemenkeu.

MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan Bea Cukai usai ada pedagang Pasar Senin yang membuat pengakuan mengejutkan, setor Rp550 juta untuk loloskan barang bekas.
MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan Bea Cukai usai ada pedagang Pasar Senin yang membuat pengakuan mengejutkan, setor Rp550 juta untuk loloskan barang bekas. (Kompas.com/Endrapta)

Baca juga: Menkeu Purbaya Ungkap Kesalahan Fatal Eks Dirut BEI Picu IHSG Anjlok, Imam Rachman Kini Pilih Mundur

Thomas menekankan, setiap pejabat pasti memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi negara.

"Jadi bukan, saya tidak melihat bahwa oh ya saya ingin, bukan itu, tapi karena ada kesempatan ini kesempatan ini terbuka sekali lagi pengabdian lagi," ungkap Thomas.

"Sama aja saya waktu itu pengabdian di Kemenkeu sama ini, Bapak-bapak ini juga siapapun yang akan masuk sebagai pejabat pemerintahan saya rasa punya sudut pandang tersebut," imbuhnya menegaskan.

Pujian Purbaya

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa sempat melontarkan pujian untuk Juda Agung ketika isu pengganti Thomas Djiwandono masih berembus.

Purbaya menilai Juda cocok menjadi Wamenkeu berdasarkan pengetahuan ekonomi uang dimilikinya.

Pujian ini disampaikan Purbaya setelah bertemu Juda pada 20 Januari 2026.

"Saya enggak tau (cocok jadi wamenkeu) tergantung Presiden Prabowo, tapi kalau dari pengetahuan ekonomi, dia cukup," katanya, Selasa (20/1/2026).

Purbaya juga sempat mengiyakan soal isu yang mengatakan Thomas dan Juda akan bertukar posisi.

"Kayaknya switch ya kelihatannya. Kalau bocornya seperti itu ya?"

"Kayaknya begitu, switch kelihatannya begitu," kata usai rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senin (19/1/2026).

(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.