TRIBUNBANTEN.COM - Dua keluarga berisiko stunting (KRS) di kota Cilegon mendapatkan bantuan bedah rumah, pembuatan sumur air bersih (Sumur) hingga paket sembako.
Bantuan itu diberikan langsung secara simbolis oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (BKKBN RI), Wihaji saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Cilegon, pada Kamis (5/2/2026).
Wihaji menyampaikan, kedatangannya di Kota Cilegon dalam rangka penguatan tentang tim pendamping keluarga (TPK).
"Kita punya program namanya genting, gerakan orang tua asuh cegah stunting. Keluarga risiko stunting atau KRS, mohon maaf rumahnya kurang layak, air bersih tidak ada, jarak antara MCK dengan dapur terlalu dekat, kemudian pernikahan dini, itu kita perhatikan," ujarnya kepada awak media.
Dari dua keluarga yang diberikan bantuan bedah rumah, keduanya dinilai sebagai kategori KRS. Hal itu dikarenakan kondisi rumah yang dimiliki kedua keluarga ini dinilai tak layak huni dan keduanya memiliki anak balita beresiko stunting.
"Di sini kategori bukan pernikahan dini, jadi aman. Cuma risikonya ada, dia punya balita untuk itu kita bantu kita bangunkan rumahnya dan kita bangunkan MCK nya," ungkapnya.
Baca juga: Cetak Generasi Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Implementasi Program Tamasya
Wihaji mengungkapkan, langkah yang dilakukan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN RI ini yang bekerja sama dengan Baznas, Rumah Zakat dan termasuk forkopimda Kota Cilegon yaitu untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.
"Tentu ini bagian terkecil yang bisa kita kerjakan, tapi saya meyakini menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi. Kita tidak tahu nasib semua, satu saat anak beliau ngga tau kan ke depan bisa jadi anak hebat yang bisa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara," ungkapnya.
Selain itu, kunker di Kota Cilegon kali ini, pihaknya juga memberikan penguatan kepada para TPK di Kota Cilegon guna menyukseskan program Pemerintah Pusat berkaitan dengan program makan bergizi gratis (MBG).
"Kenapa perlu di kumpulkan? Ada beberapa penguatan, karena kita dapat perintah dari Presiden, untuk menjelaskan tugas baru Perpres 115 pasal 47 kita yang punya tim pendamping keluarga diminta untuk mendistribusikan MBG khususnya ibu hamil, ibu menyusui dan balita non PAUD," pungkasnya.
Sementara Wali Kota Cilegon, Robinsar menyampaikan bahwa Pemkot Cilegon saat ini terus berupaya bersama semua pihak dalam menekan angka stunting di Kota Cilegon.
"Alhamdulillah kita berupaya terus, baik di dinas kesehatan, dinas sosial, dp3ap2kb terus mengupayakan untuk penurunan stunting, saat ini berada 19 persen. Upayanya kita terus lakukan, program pak menteri terus kita jalankan apalagi sekarang ada program MBG 3B, saya rasa ini langkah efektif makanya akan kita optimalkan semua," pungkasnya.