Jelang Ramadan, Harga Minyak Goreng dan Telur Jadi Perhatian
February 05, 2026 10:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang menyebut ketersediaan bahan pokok jelang Ramadan dalam kondisi aman.

Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dan menjadi perhatian, terutama minyak goreng dan telur ayam.

Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Karangayu yang dilakukan bersama kepolisian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Dinas terkait baik Kota maupun Provinsi, Kamis (5/2/2025), secara umum harga bahan pokok masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun, beberapa komoditas menunjukkan kenaikan bertahap.

"Untuk ketersediaan barang, semuanya aman. Untuk harga, relatif masih di bawah harga HET. Tapi ada juga yang mengalami kenaikan sedikit," jelasnya kepada Tribun Jateng.

Baca juga: 79 Tahun HMI: Menjaga Api Perjuangan, Menjawab Zaman dengan Keberanian Moral

Dia menyebutkan, satu di antara komoditas yang mengalami kenaikan adalah telur ayam. Endang menyebutkan, harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp27.000–Rp28.000/kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp29.000 per kilogram.

Selain itu, harga minyak goreng merek Minyakita juga terpantau bervariasi. Sebagian pedagang menjual sesuai HET di angka Rp15.700 per liter, namun ada pula yang menjual hingga Rp15.800 per liter.

"Yang perlu diperhatikan memang ada minyak Minyakita. Ini sebenarnya ada yang (harganya) sedikit melebihi (HET), tapi ada juga yang memang pas harganya.

Kemudian juga telur. Kemarin itu harganya masih ada yang Rp27.000 - Rp28.000/Kg, tapi sekarang sudah naik (jadi) Rp29.000/Kg. Kalau yang lainnya, relatif agak stabil," bebernya.

Untuk menjaga stabilitas harga jelang Ramadan, lanjut dia, Dishanpan bersama pihak terkait melakukan pemantauan pasar rutin.

Menurutnya, pihaknya juga akan meningkatkan intensitas pemantauan pasar secara mingguan sebagai acuan perkembangan harga bahan pangan.

Baca juga: Tunjangan Rumah DPRD Banyumas Dihitung Ulang, Diserahkan Lembaga Appraisal

"Ada Bulog juga yang datang ke situ. Nah, nanti mungkin digelontorkan beras SPHP, kemudian minyak juga sudah mulai distribusikan, sehingga ini akan bisa mengendalikan harga," katanya.

Selain stabilisasi pasar, lanjut dia, Pemkot Semarang juga menggerakkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui Kempling Semar dan Pak Rahman di berbagai wilayah.

Adapun upaya lain dilakukan adalah mendorong masyarakat menanam tanaman pangan secara mandiri.

"Kami juga sudah jauh-jauh hari menyampaikan kepada ibu-ibu melalui PKK, melalui sosialisasi bersama dewan dan sebagainya untuk menanam tanaman pangan, sehingga ketika Lebaran (Idulfitri) sudah tidak lagi terkendala dengan kenaikan harga pangan," katanya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.