Kapan 1 Ramadan 1447 H? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa 2026 dari Kemenag
February 05, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat Indonesia tengah menantikan pengumuman resmi terkait awal bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan suci Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026.

Sidang ini menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh Nusantara untuk mengetahui tanggal resmi dimulainya ibadah puasa tahun ini.

Keputusan final akan diumumkan setelah seluruh rangkaian sidang selesai digelar.

Sidang Isbat akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta.

"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung," terang Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026), dikutip dari kalteng.kemenag.go.id.

Abu Rokhmad pun mengajak masyarakat menunggu hasil sidang Isbat dan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H.

Lebih lanjut, Direktur Urusan Agama Islam Arsad Hidayat menambahkan bahwa Kemenag akan mengirimkan sejumlah ahli ke lokasi-lokasi atau titik rukyah yang potensial melihat hilal dengan jelas.

"Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul  hilal," kata Arsyad. 

Rangkaian Tahapan Sidang Isbat

Dijelaskan Abu Rokhmad, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu; pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia. 

Baca juga: Kemenag Terbitkan PMA Sidang Isbat 2026, Perkuat Penetapan Awal Ramadan dan Lebaran

"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujar Abu Rokhmad.

Berikut tiga tahapan utama Sidang Isbat untuk menentukan 1 Ramadhan sesuai standar yang selama ini diterapkan:

1. Pemaparan Data Hisab (Astronomi)

Tim ahli dari Kementerian Agama akan menyampaikan data posisi hilal (bulan sabit muda) berdasarkan perhitungan astronomi.

Data ini menjadi dasar ilmiah awal sebelum dilakukan observasi langsung.

2. Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal

Setelah hisab, dilakukan verifikasi langsung terhadap hasil pemantauan hilal dari 37 titik rukyatul hilal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Lokasi pengamatan dipilih secara strategis untuk mendapatkan laporan terbaik tentang kemunculan hilal.

3. Musyawarah dan Pengambilan Keputusan

Seluruh pihak yang hadir dalam sidang akan berdiskusi dan bermusyawarah untuk mengambil keputusan.

Hasil putusan inilah yang akan dijadikan acuan resmi pemerintah dan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers.

Baca juga: Pemerintah Keluarkan Jadwal Pembelajaran Siswa Selama Ramadan 2026, Ini Rincian Tanggalnya

Metode Penentuan Awal Bulan

Dalam menentukan tanggal awal Ramadan, Syawal (Idul Fitri), dan Zulhijjah (Idul Adha), Kemenag menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat.

Pendekatan ini dimaksudkan untuk memadukan perhitungan astronomi dan pengamatan nyata, serta menjaga persatuan seluruh umat Islam di Indonesia.

Selain itu, terdapat payung hukum baru berupa Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026, yang memperkuat mekanisme pelaksanaan Sidang Isbat, menjamin transparansi, kepastian hukum, serta keseragaman penetapan awal bulan Hijriah secara nasional.

(Tribunnews.com/Latifah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.