Bupati Toraja Utara Soroti Maraknya Eksekusi Tongkonan, Sebut Jadi Atensi Presiden
February 05, 2026 10:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, menyoroti maraknya persoalan eksekusi atau pembongkaran rumah adat Tongkonan yang belakangan terjadi di wilayah Toraja. 

Hal tersebut disebutnya telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan Presiden Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Frederik dalam sambutannya pada Perayaan Tahbisan Diakonat dan Imamat Keuskupan Agung Makassar yang digelar di Lapangan Bakti, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (5/2/2026).

Dalam sambutannya, Frederik menegaskan bahwa isu pelestarian alam dan budaya, termasuk keberadaan Tongkonan sebagai cagar budaya, merupakan bagian dari perhatian nasional yang juga disampaikan Presiden saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forkopimda di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

“Ini menjadi atensi Presiden. Kita semua diajak melakukan gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” ujar Frederik dari atas mimbar.

Ia menjelaskan, persoalan Tongkonan yang berujung pada eksekusi atau pembongkaran bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang, mulai dari mediasi adat, pendekatan kekeluargaan, hingga proses hukum.

“Ini bukan soal menang atau kalah. Yang harus kita kedepankan adalah kebersamaan dan kekeluargaan dalam menyelesaikan konflik atau sengketa,” tegasnya.

Frederik bahkan mengungkapkan bahwa dirinya masih menerima perhatian langsung dari pusat terkait persoalan tersebut.

“Tadi malam saya masih mendapat telepon dari anggota Fraksi Gerindra di DPR RI, yang memberi atensi karena perintah dari Bapak Presiden,” ungkapnya.

Ia mengatakan, realita yang terjadi di Tana Toraja dan Toraja Utara telah disampaikan kepada pemerintah pusat, dengan harapan seluruh pihak dapat mengedepankan nilai cinta kasih dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset budaya.

“Kalau memungkinkan, sering-seringlah berkumpul dan mengadakan kegiatan bersama untuk mempererat kebersamaan. Jangan biarkan Tongkonan sepi dan bangunannya terbengkalai,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Frederik yang tampil mengenakan busana tenun Toraja bergaris warna navy, biru, hijau, dan pink, juga menyampaikan pesan Presiden terkait kebersihan lingkungan.

Ia mengajak masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga dan lingkungan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), demi menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, Bupati Toraja Utara juga mengingatkan peran penting keluarga dan komunitas dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkotika, judi online, serta penyalahgunaan gadget.

“Orang tua harus mengambil peran sentral dalam mendidik dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujarnya.

Frederik menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan berbagai upaya untuk memajukan daerah, baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan sumber daya manusia, agar generasi muda Toraja memiliki fisik yang sehat serta karakter yang kuat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.