TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana menyebabkan sejumlah kerusakan, Rabu (4/2/2026) sore.
Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan tenda, pohon tumbang menimpa pos ojek, kerusakan Pura Segara hingga sempat menyebabkan penutupan sementara Pelabuhan Gilimanuk.
Menurut data yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 16.10 WITA. Akibatnya, aktivitas
Pelabuhan Gilimanuk sempat ditutup sekitar satu jam atau dari pukul 15.45 hingga 16.45 WITA.
Baca juga: KONFLIK Kelian Adat Banjar Tegeha dengan Bendesa Adat di Buleleng! Gara-gara Piodalan Pura Segara?
Selain itu, juga sebabkan beberapa kerusakan seperti tenda di Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk, kerusakan pangkalan ojek yang sebabkan 20 unit sepeda motor mengalami kerusakan, kemudian sebabkan kerusakan pada rumah payung dan stand kaki lima milik pedagang setempat. Kemudian kerusakan kanopi pada Pos Dit Pol Air Polda Bali di areal Teluk Gilimanuk karena angin kencang.
Sementara itu, Pura Segera Gilimanuk juga mengalami kerusakan parah. Kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta. Sebab, sejumlah palinggih mengalami kerusakan berat.
“Ada sejumlah dampak bencana cuaca ekstrem yang terjadi kemarin. Mulai dari pohon tumbang, kerusakan Pura dan lainnya hingga penundaan aktivitas penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk,” ungkap Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Bupati Klungkung Tinjau Lokasi Pohon Tumbang di Pura Segara Penataran Ped, Minta Pangkas Ranting
Dia melanjutkan, pasca kejadian tersebut tim gabungan melakukan evakuasi atau penanganan terkait sejumlah kejadian tersebut. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 35 juta.
Sementara itu, tim gabungan juga melakukan pengecekan terhadap kerusakan yang terjadi di kawasan Pura Segara Gilimanuk. Sedikitnya ada tiga Pelinggih yang mengalami kerusakan.
Di antaranya Pelinggih Meru tumpang 3, Pelinggih Taksi, dan Pelinggih Pengelurah. “Untuk kerugian material terkait bangunan Pelinggih yang rusak ditaksir mencapai Rp 250 juta,” kata dia.
Baca juga: KELOMPOK Nelayan Laporkan Pemilik Lahan Sisi Timur Pura Segara Penimbangan, Diduga Terbitkan SHM!
Di sisi lain, puluhan pohon perindang jalan di sepanjang jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Kabupaten Jembrana dilaporkan dalam kondisi membahayakan dan harus ditebang.
Puluhan lainnya juga perlu penanganan seperti pemangkasan untuk mencegah potensi tumbang. Mitigasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana sangat penting mengingat saat ini sedang terjadi cuaca ekstrem.
Terlebih lagi, dua hari lalu dua orang warga pengendara motor tertimpa pohon tumbang hingga mengalami patah tulang dan luka memar di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya.
Dari pendataan yang dilakukan di sepanjang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tercatat sedikitnya ada sebanyak 134 pohon yang perlu penanganan.
Sebanyak 55 pohon dalam kondisi masih aman namun perlu pemangkasan. Sementara sebanyak 79 pohon lainnya dalam kondisi membahayakan dan perlu ditebang untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi.
“Kita sudah lakukan mitigasi dengan pengecekan fisik pohon serta pemetaan titik dimana saja pohon rawan tumbang,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi, Kamis (5/2).
Dia menyebutkan, sesuai hasil hasil pengecekan tim di lapangan, petugas menemukan puluhan pohon yang masuk kategori membahayakan dan harus dilakukan penanganan segera.
Sebab, pohon tersebut sudah berusia tua, batangnya mulai keropos, dan akarnya dangkal. Seluruhnya yang terdata berpotensi tumbang ketika cuaca ekstrem terjadi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
Menurutnya, penanganan dilakukan sesegera mungkin karena jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk menjadi ruas jalan dengan intensitas tinggi dan dilalui kendaraan besar. “Kami sudah koordinasi dengan lintas instansi untuk penanganannya (pohon perindang) nanti,” tegasnya.
Artana Putra menyampaikan, seluruh masyarakat juga diharapkan berperan aktif menyampaikan ke petugas semisalnya menemukan pohon perindang jalan dalam kondisi membahayakan.
Misalnya ada dahan yang patah, pohonnya kondisi miring serta lainnya.
“Kami juga imbau agar tetap waspada ketika berkendara di tengah cuaca buruk. Hujan deras disertai angin kencang bisa memicu pohon tumbang,” kata dia. (*)