Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dimakamkan di Banyuwangi
February 06, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Dua jenazah yang diduga merupakan korban kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya akhirnya dimakamkan di Banyuwangi. Kedua jenazah tersebut ditemukan bersamaan dengan proses pengangkatan bangkai kapal di perairan Gilimanuk, Bali, masing-masing pada Minggu (1/2/2026) dan Senin (2/2/2026).

Jenazah pertama kali dievakuasi ke RSUD Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kondisi keduanya dilaporkan tidak utuh dan tidak ditemukan identitas yang dapat dikenali.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchamad Wahyudi, membenarkan bahwa dua jenazah tersebut kemudian dipindahkan ke Banyuwangi untuk penanganan lanjutan.

“Benar, dua-duanya dibawa ke Banyuwangi dari Bali,” ujar Wahyudi, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Jasad Ketiga Ditemukan Saat Pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya

Setibanya di Banyuwangi, jenazah ditempatkan di RSUD Blambangan. Namun, pihak rumah sakit menegaskan bahwa RSUD Blambangan hanya berfungsi sebagai lokasi penitipan jenazah.

Koordinator Pelayanan Medis RSUD Blambangan, dr Ayyub Erdiyanto, menjelaskan bahwa seluruh proses identifikasi sepenuhnya menjadi kewenangan tim Dokkes Polresta Banyuwangi dan RS Bhayangkara Bondowoso.

“Detail terkait jenazah yang bisa menjelaskan adalah Tim Dokkes dan RS Bhayangkara Bondowoso selaku pemeriksa,” kata Ayyub.

Ayyub juga mengonfirmasi bahwa kedua jenazah telah dimakamkan pada Kamis pagi.

“Sudah dimakamkan tadi pagi jam 10.00 WIB,” tambahnya.

Baca juga: Dua Jenazah Ditemukan Saat Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Karena tidak ditemukan identitas, kedua jenazah dimakamkan sebagai Mr X secara terpisah di Tempat Pemakaman Umum Kapuran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Sementara itu, proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan akan berlangsung lebih dari 20 hari sejak dimulai pada akhir Januari 2026. Pihak berwenang mengakui bahwa selama proses tersebut, tidak menutup kemungkinan jenazah korban lain ikut terangkat ke permukaan laut.

Sebagai langkah antisipasi, Satpolairud Polresta Banyuwangi memperluas area patroli di sekitar perairan Selat Bali.

“Kami meningkatkan mobilitas dan mengedepankan rasa kemanusiaan. Langkah yang kami lakukan adalah stand by di beberapa titik, berkoordinasi dengan berbagai pihak, melakukan pengamatan langsung, dan seluruh kebutuhan untuk evakuasi jenazah sudah kami siapkan,” tutup Wahyudi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.