TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 yang berpusat di wilayah Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (6/2/2026) dini hari.
Dampak gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 26 orang terdampak dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah DIY.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY, Julianto Wibowo, dalam laporan situasi kejadian gempa menyampaikan bahwa peristiwa gempa terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB, dengan pembaruan laporan terakhir dilakukan pada pukul 09.25 WIB.
“Hari Jumat 06 Februari 2026 pukul 01.06.10 WIB wilayah Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,98° LS ; 111,18° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 kilometer arah Tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 58 kilometer,” demikian laporan situasi yang disampaikan Julianto Wibowo.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dalam rilis BMKG disebutkan, “Gempa Mag: 6.4, 06-Feb-26 01:06:10 WIB, Lok: 8.99 LS, 111.18 BT (90 km Tenggara Pacitan-Jatim), kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami.”
Baca juga: Dampak Gempa M 6,4 Pacitan, 15 Warga Bantul Terluka dan 13 Bangunan Rusak
Dampak gempa dirasakan hingga wilayah DIY dan mengakibatkan puluhan warga mengalami kondisi yang memerlukan pemeriksaan serta perawatan medis.
Dalam laporan situasi Pusdalops PB BPBD DIY disebutkan, jumlah korban terdampak sementara tercatat sebanyak 26 orang.
Para korban tersebut dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah DIY.
Rinciannya, RSIY PDHI menangani tiga orang, RSU PKU Muhammadiyah Bantul tujuh orang, RSUD Panembahan Senopati enam orang, RS Rajawali Citra enam orang, RS Nur Hidayah dua orang, serta RSA UGM dua pasien.
Julianto menyampaikan bahwa data korban masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan seiring berjalannya proses pendataan di lapangan.
Dalam catatan tambahan laporan situasi disebutkan, “Saat ini proses pendataan masih dilakukan. Data bersifat sementara dan dapat berubah sesuai update terbaru.”
Informasi kejadian dan dampak gempa tersebut dihimpun dari BPBD DIY, BPBD Bantul, PSC kabupaten/kota, serta PMI se-DIY.
Proses penanganan medis dan kedaruratan dikoordinasikan oleh PSC 119 DIY Dinas Kesehatan DIY.
Hingga Jumat pagi, pemantauan situasi dan pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak serta kebutuhan penanganan pascagempa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (*)