Nasib Vendor yang Buang Cacahan Uang Rp100 Ribu ke TPS Liar Diungkap Polisi, Ini Alasan BI Musnahkan
Musahadah February 06, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Begini lah nasib vendor atau pihak ketiga yang membuang cacahan uang  Rp100 ribu hingga Rp50 ribu ke tempat pembuangan sampah (TPS) liar Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Cacahan uang itu seharusnya dibuang  ke TPS Bantar Gebang yang memang menjadi tempat pembuangan akhir limbah dari BI. 

Namun, oleh vendor yang menanganinya justru dibuang di TPS liar di kampung Serang hingga akhirnya menggegerkan publik. 

Fakta ini diungkap Kapolresta Metro Bekasi Kombes Sumarni, seperti dikutip surya.co.id dari tayangan Kompas TV pada Kamis (5/2/2026). 

Baca juga: Akhirnya Pemilik Puluhan Karung Cacahan Uang Rp100 Ribu Asli Terkuak, Polisi Tunggu Klarifikasi BI

"Hasil koordinasi kami dengan pihak BI, Direktur Pengelolaan BI menyampaikan bahwa benar itu cacahan uang yang sudah lama yang memang akan dimusnahkan oleh BI dan awalnya memang akan dibuang di Bantar Gebang," kata Sumarni. 

Tetapi, dari pihak vendor yang diminta untuk mengangkut dan membuang ke tempat pembuangan akhir, tidak dibuang ke Bantar Gebang, malah ke TPS Liar di kampung Serang.

Menurut Sumarni, alasan pihak vendor membuang cacahan uang itu ke TPS liar diduga untuk mengurangi biaya.

Lalu, bagaimana nasib vendor setelah kecerobohannya terungkap. 

Kombes Sumarni memastikan masih masih berkoordinasi dengan Bank Indonesia dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penentuan tindak lanjut berikutnya.

"Saat ini masih dalam penyelidikan," katanya. 

Hingga kemarin, pihaknya sudah memeriksa sejumlah pihak, mulai dari RT, RW, pemilihan lahan TPS, pihak Bank Indonesia, pihak vendor seperti driver yang membawa truk untuk membuang sampah tersebut.

Informasi yang diterima, pihak vendor sudah beberapa kali membuang limbah itu di TPS liar tersebut. 

"Ini kami akan dalami juga ee pihak-pihak lain yang terkait lainnya," katanya. 

Alasan Bank Indonesia Mencacah Uang

Disinggung alasan Bank Indonesia menghancurkan uang tersebut, Sumarni mengungkapkan, berdasarkan keterangan Direktur Pengelolaan Uang di BI, uang itu dihancurkan karena uang lama yang secara periodik akan dimusnahkan.

"Uang yang memang resmi untuk dimusnahkan," katanya. 

Dikatakan, dalam pembuangan uang yang sudah dihancurkan itu seharusnya dikelola di Bantar Gebang sejak beberapa bulan lalu untuk dimusnahkan. 

"Tapi mungkin drivernya ya yang pihak yang bekerja sama dengan pembuangan cacahan uang tersebut membuang ke tujuan akhir tapi dibuang ke Kecamatan Setu," tegasnya. 

Sebelumnya, temuan cacahan pecahan uang kertas di TPS liar Desa Taman Rahayu tampak menggumpal dan bercampur dengan sampah rumah tangga serta material urukan.

Pantauan Kompas.com di lokasi, sejumlah pecahan uang terlihat tercecer di permukaan tanah, mulai dari pecahan Rp 2.000, Rp 50.000, hingga Rp 100.000.

Cacahan uang tersebut dipotong sangat halus dengan ukuran sekitar 2–5 milimeter dan dikemas dalam karung berwarna putih.

Meski berada dalam kondisi basah, kotor, dan tertimbun sampah, warna serta motif uang rupiah masih terlihat jelas, terutama dominasi warna khas pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000.

Menariknya, tinta pada potongan uang tersebut tidak luntur meski terkena air hujan, sehingga secara kasat mata menyerupai uang rupiah asli.

Usep mengatakan, hingga kini polisi telah memeriksa empat orang saksi terkait temuan tersebut, termasuk pemilik lahan dan pekerja yang melakukan penyortiran sampah.

“Untuk saksi, saat ini sudah ada empat orang yang kami periksa, yakni pemilik lahan dan beberapa pekerja yang melakukan sortir sampah di lokasi,” kata Usep.

Dibuang Pengusaha Limbah

NGACIR - H Santo, pemilik lahan, mengungkap pengusaha yang membuang puluhan karung cacahan uang asli langsung memilih kabur setelah viral.
NGACIR - H Santo, pemilik lahan, mengungkap pengusaha yang membuang puluhan karung cacahan uang asli langsung memilih kabur setelah viral. (Kolase Kompas TV dan tribunnews)

Haji santo, pemilik lahan TPS mengaku puluhan karung cacahan uang ru[piah asli itu dibuang oleh pengusaha limbah berinisial K. 

Puluhan karung cacahan uang itu dibuang K sejak enam bulan yang lalu di lahan miliknya yang memang butuh diuruk.   

"Kita mah butuh pengurugan. Sebatas pengurugan. Kebetulan Pak K main di limbah. Udah, Pak. Saya mah kan memang penting bisa keras gitu kan," kata Santo dikutip dari tayangan Youtube Liputan 6 pada Kamis (5/2/2026). 

Cacahan uang kertas itu tidak dia beli dari pengusaha K tersebut. 

Baca juga: Sosok K Pengusaha yang Buang Puluhan Karung Cacahan Uang Rp100 Ribu Asli di TPS Liar Terungkap

Dia juga tidak diberi bayaran dari K atas pembuangan cacahan uang tersebut. 

Saya enggak beli enggak apa-apa. Enggak dibayar kan emang butuh urugan sih. Kalau kita pakai biaya sendiri (untuk menguruk) kan enggak kuat," katanya. 

Puluhan karung cacahan uang rupiah itu dibuang  K menggunakan dum truk sejak enam bulan yang lalu. 

"Enggak setiap hari, Pak. Sewaktu-waktu dia," katanya.

Setelah cacahan uang rupiah ini ramai di media sosial, dikatakan Santo, pengusaha K tak lagi membuang limbah itu ke tempatnya. 

"Enggak. Langsung tutup. Langsung tutup," aku Santo. 

Santo mengaku terakhir K membuang cacahan uang itu pada Januari 2026. 

Dikatakan Santo, pada prinsipnya dia cuma ingin bahan untuk menguruk tanahnya. 

Dan dia siap jika bahan-bahan yang dipakai menguruk tanahnya itu tidak diperbolehkan dibuang. 

Seperti adanya sayur-sayuran dari rumah sakit yang doilarang oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk dibuang ditempatnya.   

"Ini katanya enggak boleh. Karena buangan dari rumah sakit. Enggak boleh. Takutnya ada ada barang-barang medis masuk. Ya udah kalau enggak boleh ya ini tahan," katanya. 

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.