TRIBUNNEWS.COM - Timnas Futsal Indonesia mencatatkan sejarah gemilang di Piala Asia Futsal 2026 dengan lolos ke final untuk pertama kalinya dalam 11 kali partisipasi.
Prestasi ini diraih setelah mengalahkan Jepang, raksasa futsal Asia, dengan skor dramatis 5-3 melalui perpanjangan waktu di semifinal pada Kamis (5/2/2026) malam WIB di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
Kemenangan ini tidak hanya memutus rekor unbeaten Jepang sepanjang turnamen, tapi juga membuka peluang bagi Garuda untuk menjadi negara ASEAN pertama yang meraih gelar juara Piala Asia Futsal.
Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia tampil impresif sejak fase grup.
Tergabung dalam Grup A, tim asuhan Hector Souto itu finis di puncak klasemen dengan tujuh poin dari tiga laga, menang 2-0 atas Korea Selatan, menang 5-3 atas Kyrgyzstan, dan seri 1-1 melawan Irak.
Kemudian di babak perempat final, Indonesia mengalahkan Vietnam dengan skor ketat 3-2, menunjukkan ketangguhan mental Samuel Eko dan kawan-kawan.
Puncaknya adalah semifinal melawan Jepang, juara empat kali Piala Asia Futsal.
Jepang datang dengan rekor sempurna: menang 6-2 atas Australia, 3-0 atas Tajikistan, 2-1 atas Uzbekistan di fase grup, serta 6-0 atas Afghanistan di perempat final.
Artinya, mereka datang dengan modal 100 persen kemenangan tanpa kekalahan sejak awal turnamen.
Namun, Timnas Futsal Indonesia berhasil mematahkan rekor unbeaten tersebut dalam laga yang penuh drama.
Di laga tersebut, Timnas Futsal Indonesia unggul lebih dulu melalui gol Samuel Eko, diikuti gol bunuh diri Takehiro Motoishi dari Jepang yang membuat skor 2-0.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Iran di Final Piala Asia Futsal 2026: Kans Garuda Pecahkan Rekor ASEAN
Jepang bangkit dengan gol Motoishi dan Kazuya Shimizu, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Firman Adriansyah kemudian membawa Indonesia unggul lagi 3-2, tapi penalti Shimizu di akhir waktu normal memaksa extra time dengan skor 3-3.
Di perpanjangan waktu, Indonesia tampil lebih dominan. Gol Reza Gunawan dan Dewa Rizki memastikan kemenangan 5-3.
Strategi ciamik dari Hector Souto berhasil membuat Timnas Futsal Indonesia bertahan solid dan mengeksploitasi kelemahan Jepang lewat serangan cepatnya.
Ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Timnas Futsal Indonesia, yang sebelumnya hanya mencapai mentok di delapan besar pada ajang ini edisi 2022.
Sementara itu, pelatih Hector Souto sendiri tetap rendah hati, ia menyatakan: "Saya Tidak Cetak Sejarah Tapi Para Pemain," menekankan peran kolektif tim seusai kemenangan lawan Jepang.
Kini, Indonesia akan menghadapi Iran di final pada Sabtu (7/2/2026) pukul 19:00 WIB di Indonesia Arena, Jakarta.
Iran merupakan juara bertahan Piala Asia Futsal dengan 13 gelar, adalah tim terkuat di Asia.
Kini Timnas Futsal Indonesia berpeluang memecahkan rekor sebagai negara ASEAN pertama yang juara, setelah Thailand gagal di tiga final sebelumnya (2008, 2012, 2024).
Dukungan suporter dan performa konsisten pemain seperti Samuel Eko, Reza Gunawan, dan Dewa Rizki bisa menjadi kunci.
Jika mampu menang atas Iran, ini bukan hanya gelar pertama, tapi juga inspirasi bagi perkembangan futsal Indonesia di tingkat internasional.
Menarik dinantikan, mampukah Timnas Futsal Indonesia menciptakan sejarah baru di partai final Piala Asia Futsal 2026 nanti?.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)