TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Aroma tidak sedap yang menyerebak tidak membuat Eva Dwiana surut. Dia terus menapakkan kakinya untuk terjun ke lokasi sampah berserakan.
Bahkan wanita yang menjadi orang nomor satu di Bandar Lampung ini tidak ragu mengambil satu per satu sampah tersebut pakai tangan. Orang yang ada di sekitarnya pun mengikuti.
Eva Dwiana, Wali Kota Bandar Lampung memimpin kegiatan bersih-bersih di Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Jumat (6/2/2026) pagi.
Pulau Pasaran adalah pulau yang berpenghuni dengan luas kurang lebih 13 hektare, merupakan sentra pengolahan ikan teri dan ikan asin terbesar di Lampung sejak tahun 1960-an.
Masalah sampah di Pulau Pasaran menjadi persoalan yang terus berulang meski sering dibersihkan. Kali ini, Eva Dwiana menggandeng Pemprov Lampung melaksanan kegiatan bersih sampah di Pulau Pasaran.
Eva datang ke Pulau Pasaran dengan setelan santai. Pakai jaket hoodie warna pink kombinasi putih lengkap dengan kerudung berwarna hitam. Kemudian celana dasar hitam sepatu boat dan sarung tangan.
Dia tidak mengenakan masker meskipun terdapat aroma kurang enak yang bersumber dari sampah. Malah tampak bersemangat menggaruk sampah pakai alat garukan, terutama untuk lokasi yang sulit dijangkau.
"Bunda mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Agar Kota Bandar Lampung cantik dan bersih," ujar Eva saat itu..
Dia menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih laut ini merupakan visi bersama antara Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung.
"Alhamdulillah, ini bentuk sinergi dan visi bersama antara Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung. Antusias masyarakat juga luar biasa, baik dari kota maupun provinsi. Harapan kita, kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di Bandar Lampung, tapi juga di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung," ujar Eva Dwiana, Jumat (6/2/2026).
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk membudayakan hidup bersih di lingkungan masing-masing.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih sejalan dengan instruksi Gubernur Lampung terkait gerakan kebersihan lingkungan.
Menurutnya, aksi di Pulau Pasaran menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi antara Pemprov Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam membangun budaya bersih di tengah masyarakat.
"(Kegiatan) Ini diharapkan bisa memotivasi masyarakat untuk membudayakan bersih-bersih lingkungan dan menjaga kawasan pesisir," kata Marindo.
Ia menambahkan, kawasan mangrove merupakan ekosistem penting yang harus dijaga bersama karena berfungsi sebagai penahan abrasi, habitat biota laut, serta penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Usai kegiatan bersih-bersih, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana juga meninjau kondisi lingkungan sekitar Pulau Pasaran.
Ia menyempatkan diri melihat langsung aktivitas budidaya ikan teri yang dikelola oleh warga nelayan setempat.
Dalam kesempatan itu, Eva Dwiana membeli hasil olahan ikan teri sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat pesisir.
Sepanjang kunjungannya di Pulau Pasaran, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana disambut antusias warga.
Banyak masyarakat yang menyapa, berbincang, hingga meminta foto bersama, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.
Kegiatan bersih-bersih ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan laut dan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )