Banjir Berulang di Bekasi, 16 Tanggul Sungai Citarum Rusak dan Jebol, Plt Bupati Minta Bantuan KDM
Budi Sam Law Malau February 06, 2026 05:15 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pemerintah Kabupaten Bekasi kewalahan menghadapi kerusakan tanggul Sungai Citarum yang semakin meluas.

Sebanyak 16 titik tanggul dilaporkan mengalami kerusakan dan jebol, menyebabkan banjir merendam ribuan rumah warga, khususnya di wilayah Kecamatan Muaragembong.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja, menyebut di Muaragembong saja tanggul jebol sudah terjadi tiga kali, memperparah dampak banjir di kawasan hilir Citarum.

Baca juga: Enam Titik Tanggul Sungai Citarum di Muaragembong Rusak, Tiga Kali Jebol dalam Sebulan

“Kami mencatat ada 16 titik tanggul yang mengalami kerusakan dan jebol. Kondisi ini tidak bisa ditangani secara parsial,” ujar Asep, Jumat (6/2/2026).

Menghadapi situasi tersebut, Pemkab Bekasi secara resmi meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), untuk mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melakukan pembangunan dan penguatan kembali tanggul-tanggul yang jebol maupun kritis.

Menurut Asep, peran BBWS sangat penting mengingat Sungai Citarum merupakan kewenangan pemerintah pusat dan memiliki fungsi strategis dalam pengendalian banjir di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Perbaikan Harus Menyeluruh dan Berkelanjutan

Asep menegaskan, penanganan tanggul jebol tidak bisa dilakukan secara tambal sulam.

Dibutuhkan perencanaan menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan agar kerusakan tidak terus berulang setiap musim hujan.

“Fungsi tanggul ini sangat vital untuk melindungi masyarakat dari banjir tahunan, terutama di wilayah hilir. Karena itu penanganannya harus komprehensif,” tegasnya.

Dari sisi pembiayaan, Pemkab Bekasi mengusulkan skema kolaborasi lintas pemerintah, melibatkan APBD Kabupaten Bekasi, APBD Provinsi Jawa Barat, serta dukungan BBWS.

Baca juga: Plt Bupati Bekasi Janji Perbaiki Rumah Warga Rusak Akibat Tanggul Jebol Sungai Citarum

“Dengan sinergi anggaran ini, kami berharap perbaikan tanggul bisa segera direalisasikan tanpa menunggu terlalu lama,” ujar Asep.

Ia menilai kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi tanggul sesuai standar teknis dan daya dukung lingkungan.

Asep berharap, melalui perencanaan jangka panjang dan pengawasan berkelanjutan terhadap daerah aliran sungai, kejadian tanggul jebol tidak lagi terulang.

“Harapan kami ke depan, masyarakat bisa merasa lebih aman, terutama saat musim hujan,” pungkasnya. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.