TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei, menunjukkan respek tinggi terhadap Indonesia jelang final Piala Asia 2026 pada Sabtu (7/2/2026).
Iran datang ke final dengan status juara bertahan dan ambisi untuk meraih gelar ke-14, sekaligus menegaskan status raja futsal Asia.
Ya, status raja futsal Asia memang lekat dengan Timnas Iran. Mereka saat ini telah memiliki 13 gelar, unggul jauh 9 trofi dari tim kedua dengan gelar terbanyak, yakni Jepang.
Di atas kertas, Iran memang lebih diunggulkan. Mereka telah masuk ke final sebanyak 15 kali dan hanya dua kali gagal menjadi juara.
Namun demikian, pelatih Iran Vahid Shamsaei menegaskan timnya tidak akan memandang enteng kekuatan Timnas Indonesia yang kini menjadi tuan rumah.
Baginya, pencapaian Indonesia ke final adalah bukti kualitas, mental, serta perkembangan pesat futsal Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran, Hector Souto: Tekanan Justru Ada di Pihak Iran
Shamsaee menyebut laga final antara Iran vs Indonesia di Indonesia Arena nanti akan berjalan menarik karena dua faktor utama.
Pertama, dukungan masif suporter Indonesia yang dikenal fanatik dan penuh energi. Kedua, motivasi besar skuad Garuda yang sedang memburu sejarah.
Menurutnya, futsal adalah olahraga yang sarat kejutan. Ia tak menyangkal, di atas kertas tim-tim besar seperti Jepang memang diunggulkan.
Namun demikian, realitas di lapangan sering berkata lain, seperti yang ditunjukkan Indonesia dengan menyingkirkan Jepang 5-3 lewat laga dramatis hingga perpanjangan waktu.
Bagi pelatih 50 tahun ini, 13 trofi yang dimiliki Iran adalah cerita masa lalu. Final di Jakarta pada Sabtu (7/2) nanti adalah pertandingan baru.
"Jumlah trofi yang dimiliki Iran adalah bagian dari masa lalu. Besok adalah pertandingan baru. Saya menghormati Indonesia seperti saya menghormati tim lain," ujar Shamsaee, dikutip dari laman AFC.
Ia memuji kekuatan Indonesia yang menurutnya bukan semata soal teknis, melainkan energi dan motivasi kolektif yang tumbuh sepanjang turnamen.
Ia menegaskan fokus timnya adalah menampilkan permainan yang adil dan kompetitif, serta menyerahkan hasil akhir kepada siapa pun yang paling layak di lapangan.
"Kami fokus untuk memiliki permainan yang adil dan siapa pun yang pantas mendapatkannya, akan merebut gelar," jelasnya.
Respek yang ditunjukkan Shamsaei menjadi pengakuan tersendiri bahwa Indonesia kini telah naik kelas dan layak diperhitungkan di panggung futsal Asia.
Memang, perjalanan Timnas Futsal Indonesia menuju final di bawah komando Hector Souto cukup sarat cerita.
Indonesia yang berstatus sebagai tuan rumah tampil meyakinkan sejak fase grup, mengalahkan Korea Selatan 5-0, menundukkan Kirgizstan 5-3, serta bermain imbang 1-1 melawan Irak untuk keluar sebagai juara grup.
Di fase gugur, Indonesia melanjutkan tren positif dengan menyingkirkan Vietnam 3-2 di perempat final dan menorehkan kemenangan bersejarah atas Jepang di semifinal.
Baca juga: Final Piala Asia Futsal 2026: Iran Tak Gentar Hadapi Teror Belasan Ribu Suporter Indonesia Arena
Pelatih Indonesia, Hector Souto, menilai dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi timnya, meski bukan faktor penentu utama.
Ia menegaskan kunci menghadapi Iran adalah pemulihan fisik yang optimal, kekompakan tim, serta disiplin menjalankan taktik.
"Di final, itu (dukungan) tidak akan krusial karena yang utama adalah apa yang terjadi di lapangan. Tapi itu adalah faktor positif bagi kami karena mereka mendukung kami dan saya yakin itu akan terus berlanjut."
Souto juga secara terbuka mengakui kualitas Iran sebagai raksasa futsal Asia, namun menegaskan Indonesia tidak datang ke final dengan rasa inferior.
"Iran telah memainkan 105 pertandingan di turnamen ini (selama bertahun-tahun) dan hanya kalah empat kali, jadi kami tidak memiliki tekanan. Tekanan ada pada Iran. Mereka adalah juara bertahan dan mereka memiliki pemain yang bermain di luar negeri," kata pelatih asal Spanyol itu.
Kini, pertemuan Indonesia dan Iran di final bukan sekadar perebutan trofi, melainkan simbol pertemuan dua kisah berbeda.
Iran dengan tradisi panjang dan deretan gelar, serta Indonesia dengan semangat kebangkitan dan mimpi besar mencetak sejarah baru.
Menarik ditunggu apakah skuad Garuda dengan dukungan penuh di Indonesia Arena mampu melanjutkan cerita bersejarah di kancah futsal Asia. Hasilnya bisa dilihat saat peluit panjang ditiup pada Sabtu (7/2) malam besok.
(Tribunnews.com/Tio)