WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Optimisme mengiringi langkah Timnas Futsal Indonesia jelang partai puncak AFC 2026.
Keyakinan itu datang dari Eka Dwiyanti, istri kiper Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habibie, yang percaya skuad Garuda mampu menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara perdana di ajang tersebut.
"Saya prediksi Indonesia menang, tapi tipis, yakni 3-2," kata Eka kepada Tribun Bekasi saat ditemui di kediaman, RT 01 RW 18 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (6/2/2026).
Eka menjelaskan, prediksi dengan selisih skor satu goal itu bukan tanpa sebab.
Ia menilai Timnas Iran yang akan bertemu Garuda di final AFC pada Sabtu (7/2/2026) malam mendatang adalah lawan tangguh.
"Iran itu kalau tidak salah sudah 13 kali juara AFC Futsal, jadi memang tangguh, tapi saya optimis Indonesia menang, tapi skor tipis," prediksi Eka.
Eka menyebut pencapaian Timnas futsal Indonesia saat ini sebagai momen bersejarah yang tak tidak terbayangkan sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan Timnas Futsal Indonesia melangkah jauh di AFC 2026 merupakan hasil dari kerja keras seluruh pemain, pelatih, dan official.
Baca juga: Dua Napi Lapas Cipinang Jadi Otak Peredaran Narkoba Vape Etomidate, Kendalikan Jaringan dari Penjara
“Bangga banget, sampai meneteskan air mata. Ini bukan hal kecil, ini sejarah. Apalagi suami juga ikut berkontribusi di dalamnya,” ucapnya.
Sebagai istri, Eka mengaku hanya bisa memberikan dukungan penuh dari belakang.
Kemudian, ia juga mengaku rutin mengingatkan sang suami untuk menjaga kondisi fisik, mulai dari pola makan, istirahat yang cukup, hingga asupan vitamin di tengah padatnya jadwal latihan dan pertandingan.
“Pesan saya sederhana, yang penting sehat dan jangan sampai cedera. Kesehatan itu yang utama,” tutupnya.
Timnas Futsal Indonesia tampil dengan kekuatan penuh saat menghadapi Jepang pada laga semifinal Piala Asia Futsal 2026 yang berlangsung di Indonesia Arena, Kamis (5/2/2026).
Mengenakan jersey merah-merah, skuad Garuda langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.
Namun, solidnya pertahanan Jepang membuat Indonesia kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Di sisi lain, Jepang tampil rapi dalam penguasaan bola sehingga duel berjalan ketat pada 10 menit pertama.
Tim besutan Kensuke Takahashi beberapa kali melancarkan serangan berbahaya, memaksa laga berlangsung imbang hingga akhirnya publik tuan rumah bersorak pada menit ke-12.
Gol pembuka Indonesia tercipta melalui situasi kick-in.
Bola yang sempat memantul di area penalti gagal diantisipasi kiper Jepang dan langsung dimanfaatkan Samuel Eko.
Pemain bernomor punggung 6 itu melepaskan tembakan mendatar kaki kiri yang bersarang ke gawang Jepang.
Sempat terjadi peninjauan melalui Video Support untuk memastikan keabsahan gol.
Setelah sekitar satu menit, wasit mengesahkan gol tersebut dan Indonesia Arena pun bergemuruh oleh dukungan ribuan suporter Garuda.
Tertinggal satu gol, Jepang meningkatkan intensitas serangan.
Bahkan, kiper mereka beberapa kali ikut membantu serangan dengan tembakan jarak jauh.
Meski demikian, hingga babak pertama berakhir, keunggulan 1-0 untuk Timnas Futsal Indonesia tetap bertahan.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tempo permainan langsung meningkat.
Kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang. Jepang, yang dijuluki Samurai Biru, terus menggempur pertahanan Indonesia dari berbagai sisi.
Namun, penampilan gemilang Achmad Habibie di bawah mistar membuat sejumlah peluang Jepang berhasil digagalkan.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Indonesia justru menggandakan keunggulan pada menit ke-23.
Berawal dari umpan Ardiansyah Nur ke kotak penalti, upaya sapuan pemain Jepang justru mengarah ke gawang sendiri dan berbuah gol bunuh diri.
Skor 2-0 kembali membuat Indonesia Arena bergemuruh.
Unggul dua gol tak membuat pasukan Hector Souto mengendurkan serangan.
Indonesia tetap bermain agresif dengan kombinasi operan cepat.
Sementara itu, di sisi lapangan, Kensuke Takahashi terus memberikan instruksi dan melakukan rotasi pemain.
Upaya Jepang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31.
Takehiro, yang sebelumnya mencatatkan gol bunuh diri, menebus kesalahan dengan mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan.
Gol tersebut memicu kebangkitan Jepang.
Tekanan berlanjut hingga kapten tim, Kazuya Shimizu, sukses menyambar umpan silang yang tak mampu dibendung Habibie.
Skor berubah menjadi 2-2.
Dukungan suporter Garuda kembali menggema, menyemangati para pemain Indonesia yang terus berupaya mencari gol kemenangan.
Memasuki menit ke-38, Indonesia kembali unggul lewat skema serangan balik cepat yang diselesaikan dengan baik oleh Forman Ardiansyah.
Dalam posisi tertinggal, Jepang menerapkan strategi power play.
Tekanan intens tersebut berujung pada pelanggaran handball pemain Indonesia di kotak penalti.
Setelah peninjauan Video Support, wasit menunjuk titik putih.
Shimizu yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya dan mengubah skor menjadi 3-3.
Laga semakin keras di sisa waktu pertandingan.
Rio Pangestu bahkan harus ditandu keluar lapangan usai mengalami cedera di bagian bibir akibat sikutan pemain Jepang.
Pelatih Indonesia, Hector Souto, sempat meminta peninjauan ulang melalui Video Support, namun wasit hanya memberikan kartu kuning, keputusan yang membuat sang pelatih tampak kecewa.
Hingga waktu normal berakhir, skor imbang 3-3 tetap bertahan.
Ekstra Time
Hasil tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu selama 2x5 menit untuk menentukan tim yang melaju ke partai final.
Gol Reza Gunawan di Extra Time Antar Indonesia ke Final Piala Asia Futsal 2026
Pertandingan semifinal Piala Asia Futsal 2026 antara Timnas Futsal Indonesia dan Jepang harus ditentukan melalui babak tambahan waktu setelah skor imbang 3-3 bertahan hingga waktu normal usai di Indonesia Arena, Kamis.
Memasuki tambahan waktu 2x5 menit, kedua tim langsung bermain dengan intensitas tinggi.
Sejumlah pelanggaran tak terhindarkan seiring tensi pertandingan yang semakin memanas.
Dukungan sekitar 10 ribu suporter Garuda di Indonesia Arena pun tak pernah surut, terus memberikan semangat kepada skuad Merah Putih.
Gol keempat Indonesia pun datang pada satu menit terakhir babak pertama tambahan waktu.
Reza Gunawan berhasil memanfaatkan kesalahan pemain Jepang dan mencetak gol yang membuat Indonesia kembali unggul 4-3.
Keunggulan tersebut bertahan hingga extra time babak pertama berakhir.
Pada babak kedua tambahan waktu, Jepang langsung menerapkan strategi power play untuk mengejar ketertinggalan.
Puluhan suporter Jepang di tribun utara terdengar terus menabuh drum, memompa semangat Samurai Biru. Tekanan tersebut sempat membuat lini pertahanan Indonesia bekerja ekstra.
Namun, ketenangan para pemain Indonesia justru berbuah hasil. Kesalahan umpan pemain Jepang berhasil dimanfaatkan Dewa Rizki Amanda yang mencetak gol dari tengah lapangan ke gawang kosong, memperlebar keunggulan Indonesia menjadi 5-3.
Indonesia Arena kembali bergemuruh. Suporter Garuda bernyanyi dan meneriakkan dukungan, merayakan keunggulan krusial tersebut.
Meski demikian, drama belum berakhir.
Jepang mendapat hadiah penalti setelah Achmad Habibie melakukan pelanggaran di area terlarang dan diganjar kartu kuning.
Kapten Jepang, Kazuya Shimizu, kembali dipercaya sebagai eksekutor.
Namun, sepakan penalti Shimizu melambung di atas mistar gawang.
Momen itu disambut sorak sorai ribuan pendukung Indonesia.
Hingga extra time babak kedua berakhir, skor 5-3 untuk kemenangan Indonesia tetap bertahan.
Reza Gunawan dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut berkat penampilan impresifnya.
Dengan hasil ini, Indonesia memastikan tiket ke partai final Piala Asia Futsal 2026 dan akan menghadapi Timnas Futsal Iran pada laga puncak yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (7/2/2026).