TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Iklim investasi di Kota Jambi kembali menunjukkan geliat positif. Wali Kota Jambi, Maulana, meresmikan usaha jasa percetakan Digital Art Flexible (DAF) Jambi, Jumat (6/2/2026) pagi, sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi berbasis jasa.
Peresmian percetakan digital tersebut berlangsung di kawasan Pal Lima, Kota Baru, yang dikenal sebagai salah satu titik strategis pertumbuhan usaha di Kota Jambi.
Kehadiran DAF Jambi menegaskan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi ekonomi daerah.
Wali Kota Jambi Maulana hadir langsung dalam agenda grand opening sekaligus membuka secara resmi operasional Digital Art Flexible Jambi. Prosesi pemotongan pita menjadi penanda dimulainya layanan usaha jasa percetakan tersebut untuk masyarakat luas.
Maulana menilai, tumbuhnya usaha jasa percetakan merupakan indikator positif bagi perkembangan investasi di Kota Jambi, khususnya di sektor penunjang berbagai aktivitas ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hingga usaha mikro dan menengah.
Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi atas keberanian pelaku usaha yang memilih berinvestasi di Kota Jambi. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan Kota Jambi sebagai kota jasa.
“Kota Jambi adalah kota jasa. Hampir semua sektor membutuhkan layanan percetakan dan digital printing. Kehadiran usaha seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Maulana.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi menuntut layanan percetakan yang cepat, fleksibel, dan berkualitas. Karena itu, usaha digital printing memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkembang di Kota Jambi.
Maulana juga menyoroti lokasi DAF Jambi yang berada di kawasan Pal Lima, Kota Baru, sebagai nilai tambah. Kawasan tersebut dinilai memiliki akses yang mudah, arus aktivitas ekonomi yang tinggi, serta potensi pasar yang luas.
“Lokasinya strategis dan mudah dijangkau. Ini menjadi modal penting bagi usaha jasa untuk berkembang dan bersaing,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pelayanan, Maulana menegaskan kehadiran DAF Jambi juga membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama dalam penciptaan lapangan kerja baru.
Menurutnya, setiap investasi yang masuk dan membuka usaha di Kota Jambi memiliki kontribusi langsung dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pemerintah Kota Jambi, lanjut Maulana, berkomitmen untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif dan ramah investasi, khususnya bagi generasi muda yang ingin memulai usaha.
Ia menegaskan, Pemkot Jambi akan terus mendorong dan mempermudah anak muda agar berani berinvestasi, baik melalui penyederhanaan perizinan maupun pendampingan usaha.
“Semakin banyak investor, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin kuat. Dampaknya juga akan dirasakan melalui peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor pajak,” katanya.
Maulana optimistis, pertumbuhan investasi yang sehat akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia, dengan ekonomi yang bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat yang meningkat.
Peresmian Digital Art Flexible Jambi pun menjadi simbol bahwa Kota Jambi terus bergerak maju sebagai kota jasa yang terbuka, kompetitif, dan siap menjadi rumah bagi investasi baru. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Mulai 2026 Guru di Kota Jambi Juga Dapat MBG
Baca juga: 300.000 Keluarga Tak Akan Terima Bansos Tahun 2026, Bakal Dapat Bantuan Rp5 juta Untuk Modal usaha