TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Hingga saat ini masih banyak sekolah di Kabupaten Deli Serdang yang belum menerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini lantaran masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang lebih dikenal sebagai Dapur MBG yang belum beroperasi. Kondisinya saat ini lebih banyak SPPG yang belum aktif dari pada yang aktif.
Dari data yang dikumpulkan Tribun Medan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang angka SPPG yang aktif pun masih di bawah 50 persen.
Dari total 271 SPPG yang harusnya ada baru 122 yang aktif sedangkan 149 lagi belum. Bahkan 4 Kecamatan yang ada belum ada sama sekali aktif.
Adapun 4 Kecamatan itu yakni Gunung Meriah, STM Hilir, STM Hulu dan Pagar Merbau. Kecamatan Percut Seituan menjadi Kecamatan yang paling banyak SPPG aktifnya saat ini. Dari total 57 SPPG sudah ada 35 yang aktif dan 22 belum aktif.
"Sesuai data terakhir yang kita punya sekarang yang aktif baru 122 SPPG sisanya 149 lagi belum. Jumlah SPPG di Deli Serdang juga bertambah dari yang awalnya 190 sekarang sudah 271 karena penerima manfaatnya juga kan bertambah," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Siregar, Jumat (6/2/2026).
Pemkab Deli Serdang beberapa kali dilibatkan dalam pengaktifan SPPG di wilayahnya. Terakhir yang diresmikan oleh Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo adalah SPPG Sei Rotan yang dikelola Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (PPSDP) di Jalan Medan–Batang Kuis, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (24/1/2026).
Saat ini pemkab memandang kehadiran dapur MBG ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu, dan kelompok rentan.
Hal tersebut dipandang sejalan dengan visi pembangunan mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
"Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rotan sangat relevan dengan misi kedua kita, yaitu menyehatkan masyarakat melalui pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, dan peningkatan kualitas kesehatan sejak usia dini," ucap Lom Lom saat itu.
Selain berdampak pada kesehatan, Lom Lom bilang program MBG memiliki dampak positif terhadap perekonomian daerah karena melibatkan masyarakat sekitar serta membuka peluang kerja dan usaha di tingkat desa.
Oleh karena itu, diharapkan SPPG dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, serta selalu menjaga kualitas makanan, kebersihan, dan keamanan pangan.
(dra/tribun-medan.com)