RIUH Pidato Ahmad Muzani, 'Prabowo Presiden 2 Periode' Bergema di Senayan
Juang Naibaho February 06, 2026 06:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, membuat riuh perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra yang digelar di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Ia mengajak seluruh elemen partai dan koalisi untuk merapatkan barisan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sontak ajakan tersebut disambut riuh. Teriakan “Prabowo Presiden 2 Periode” pun menggema di Senayan.

“Kalau saya mengatakan Gerindra jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode,” ujar Muzani dari atas podium. 

Setelah itu, Muzani langsung meneriakkan kata “Gerindra” yang langsung dijawab “Menang” oleh para kader. 

Seruan berlanjut dengan teriakan “Prabowo” yang dijawab “Presiden”, hingga akhirnya diakhiri dengan teriakan “Presiden” yang disambut yel-yel “2 Periode”. 

Teriakan itu menggema setelah Muzani memaparkan perjalanan Partai Gerindra selama 18 tahun serta berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. 

Suasana perayaan HUT Ke-18 Gerindra di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/2/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
Suasana perayaan HUT Ke-18 Gerindra di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/2/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna) (Kompas.com)

Dalam sambutannya, Muzani menyebut usia 18 tahun sebagai fase penting bagi Partai Gerindra. 

“18 tahun usia Partai Gerindra. Usia yang tidak terbilang tua, tapi juga tidak terbilang muda,” ujar Muzani. 

Dia menegaskan, sejak awal berdiri, cita-cita Partai Gerindra adalah mewujudkan rakyat Indonesia yang tersenyum. 

Menurut Muzani, rakyat tersenyum berarti rakyat hidup tenang dan memiliki keyakinan terhadap masa depan. 

“Dalam 18 tahun sejak partai ini berdiri, cita-cita yang selalu kita harapkan, dalam bahasa sederhana yang berulang-ulang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, adalah menginginkan bagaimana rakyat Indonesia tersenyum,” kata Muzani. 

“Rakyat Indonesia tersenyum artinya rakyat Indonesia hidup dengan tenang, dia memiliki keyakinan masa depannya baik, dia memiliki keyakinan kehidupannya juga baik,” sambungnya. 

Muzani menjelaskan, untuk mewujudkan kondisi tersebut, Partai Gerindra sejak awal konsisten memperjuangkan perbaikan di sektor pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. 

Dia juga menyinggung berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto sejak resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. 

“Langkah pertama sejak dilantik, dalam ingatan kami, beliau ingin menghapus utang para petani, menghapus utang para nelayan, menghapus utang para UMKM,” ujar Muzani. 

Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan karena utang menjadi beban yang menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. 

Selain itu, Muzani menyoroti kebijakan penurunan biaya haji yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo. 

“Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Presiden Prabowo menekankan agar biaya ongkos naik haji diturunkan. Maka itulah pertama kali dalam sejarah, biaya naik haji turun cukup signifikan,” ujar Muzani. 

Dia menyebutkan, biaya haji turun sekitar Rp 2,4 juta per jemaah dan kembali diturunkan pada penyelenggaraan haji 2026. 

“Berarti sudah dua kali pemerintahan Prabowo menurunkan ongkos naik haji,” ucapnya. 

Ketua MPR RI itu juga menyinggung program makan siang bergizi gratis yang mulai berjalan di berbagai daerah. 

“Apa lagi yang sekarang kita rasakan? Yang kita rasakan adalah bagaimana pelaksanaan makan siang bergizi gratis bisa berjalan, dan sekarang sudah mulai berjalan di mana-mana,” ujarnya. 

Muzani pun mengajak seluruh kader serta partai koalisi untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. 

“Kalau kita meyakini apa yang dilakukan oleh pemerintah baik, dukunglah. Kalau kita meyakini apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo bagus untuk Indonesia, teruskanlah,” kata Muzani. 

Dia menegaskan, peringatan HUT ke-18 Gerindra menjadi momentum untuk menyatukan dukungan bagi pemerintahan Prabowo. 

“Ini menjadi momentum bagaimana kita menyatukan semangat kita, bagaimana kita menyatukan dukungan kita bagi pemerintah Prabowo yang akan datang,” ujarnya.

Dari Jokowi hingga Parpol

Wacana Prabowo 2 periode mulai ramai di publik setelah disampaikan Jokowi.

Jokowi menyatakan dirinya mendukung Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode pada 2029-2034. 

“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” tegas Jokowi saat ditemui di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). 

Wacana ini pun menuai beragam respons dari partai politik. Beberapa di antaranya langsung secara tegas mendukung Prabowo, namun masih terbelah soal sosok wakil presiden yang akan mendampingi. 

Salah satunya dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan partainya akan kembali mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode kepemimpinan. 

Menurut Muhaimin, PKB merasa puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo sehingga ingin melanjutkan dukungan pada Pilpres 2029.

“Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periodelah,” ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

Namun, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin itu belum memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah dukungan tersebut akan diberikan sepaket dengan Wakil Presiden Gibran. 

Dia menegaskan, pembahasan mengenai sosok calon wakil presiden yang akan diusung PKB pada Pilpres 2029 belum dilakukan secara perinci. “Oh belum dibahas. Belum,” tegas Cak Imin. 

Sikap serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno yang menegaskan bahwa partainya telah memiliki sikap final untuk kembali mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. 

Eddy mengatakan, dukungan PAN terhadap Prabowo merupakan pilihan yang bersifat konsisten, mengingat PAN menjadi satu-satunya partai di luar Gerindra yang mendukung Prabowo dalam tiga pemilihan presiden sebelumnya. 

“Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Pak Prabowo tiga kali dalam tiga Pilpres,” kata Eddy di Gedung DPR RI, Kamis (5/2/2026). 

Meski demikian, Eddy menegaskan PAN belum mengambil keputusan mengenai sosok wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo.

Menurut dia, penentuan pasangan capres-cawapres memerlukan banyak pertimbangan sehingga PAN memilih tidak terburu-buru. 

“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Eddy.

Segendang sepenarian, Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji menegaskan bahwa Pilpres 2029 akan lebih mudah disiapkan dan dijalankan jika visi misi Presiden Prabowo Subianto tercapai. 

“Insya Allah dengan kerja bersama yang solid, visi Presiden tercapai, Pak Prabowo akan makin dicintai rakyat. Kalau rakyat cinta urusan 2029 bisa lebih mudah,” ujar Sarmuji saat dihubungi, Kamis (5/2/2026). 

Meski begitu, Sarmuji tidak menjawab secara jelas apakah Golkar memiliki sikap yang sama dengan Jokowi mengenai dukungan agar Prabowo dan Gibran kembali berpasangan pada 2029. 

Dia menegaskan bahwa Golkar saat ini masih fokus bekerja membantu Presiden Prabowo mewujudkan visi dan misinya, serta menyukseskan pemerintahan hingga akhir. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.