Profil Putra Nababan, Anggota DPR yang Soroti Rendahnya Konsumsi Susu Anak Indonesia
Nuryanti February 06, 2026 08:16 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menyoroti rendahnya tingkat konsumsi susu di kalangan anak-anak di Indonesia. 

Ia mengungkapkan keprihatinannya karena hingga kini masih ada puluhan juta anak yang belum rutin minum susu, padahal pemerintah telah menggalakkan program peningkatan gizi melalui konsumsi susu.

Hal ini dikatakannya dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Frisian Flag Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

“Setiap hari ada loss, Pak. Tapi anak-anak kita, nggak tahu anaknya siapa, ini pasti anaknya seseorang yang tidak minum susu,” ujar Putra.

Ia menekankan, pemenuhan gizi anak merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya negara tetapi juga pihak swasta. 

“Negara bertanggung jawab, Pak. Swasta juga ikut membantu. Swasta harus ikut mendukung dalam hal ini. Faktanya ada 30 sekian juta anak kita yang tidak minum susu,” tegasnya. 

Ia turut mengkritik penggunaan data statistik yang dinilainya belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Putra, kebijakan yang hanya menganjurkan minum susu satu sampai dua kali dalam sepekan belum mampu menyelesaikan persoalan gizi anak.

“Padahal Presiden minta minum susu. Lalu kita justifikasi seminggu dua kali supaya statistiknya bagus. Itu namanya statistik bohong. Faktanya, mereka tidak minum susu,” katanya.

Putra meminta Kementerian Perindustrian menetapkan target yang terukur untuk mendongkrak konsumsi susu nasional, sekaligus mengoordinasikan keterlibatan pihak swasta agar lebih aktif menjangkau anak-anak yang belum mendapat asupan gizi tersebut.

Baca juga: Sosok Putra Nababan, Politisi PDIP Kritik Keras Isu PHK Massal TVRI-RRI akibat Efisiensi Anggaran

“Apa tanggung jawab perindustrian? Di sini kuncinya. Kumpulkan swasta. Di tengah kecanggihan produksi industri susu, masih ada jutaan anak-anak yang tidak bisa minum susu. Ini harus kita pandang dengan hati, bukan hanya dengan kepala,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya meningkatkan konsumsi susu perlu dimasukkan dalam pengembangan industri pangan berbasis gizi yang kompetitif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi atas persoalan mendasar pemenuhan gizi anak di Indonesia.

“Saya ingin membuka hati kita semua. Di tengah pabrik yang hebat ini, masih ada jutaan anak yang tidak bisa minum susu,” pungkas Putra Nababan, dikutip dari dpr.go.id

Berikut adalah profil Putra Nababan.

Profil Putra Nababan

Pemilik nama lengkap James Parulian Putra Nababan itu lahir di Jakarta pada 28 Juli 1974.

Ia merupakan anak dari pasangan politisi senior, Panda Nababan, dan Ria Purba.

Putra Nababan memiliki istri yang bernama Mira Maria Melati Sirait.

Putra menempuh pendidikan dan lulus dari Midland Lutheran College di Nebraska.

Ia memulai karirnya di YAKOMA Mass Communication Firm sebagai investigator pada tahun 1992.

Setelahnya, ayah tiga anak tersebut merambah ke dunia jurnalistik pada 1994-1995, dengan menjadi wartawan majalah Forum Keadilan.

Pada 1995, Putra diangkat menjadi managing editor di surat kabar Rakyat Merdeka.

Ia kemudian pindah ke MetroTV sebagai presenter program Metro Pagi sekaligus chief reporter pada 2001-2004.

Tak berselang lama, pria berusia 51 tahun itu berpindah ke RCTI.

Setelah itu, ia kembali ke Metro TV dengan jabatan baru sebagai pemimpin redaksi.

Kesuksesan karier Putra Nababan di industri media ditandai dengan pencapaiannya meraih penghargaan Panasonic Awards selama empat edisi berturut-turut sejak tahun 2009.

Pada 2019, Putra merambah ke dunia politik, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.

Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui PDI-P.

Putra Nababan berhasil melenggang ke Senayan dengan perolehan 101.769 suara.

Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta I.

Di sisi lain Putra Nababan juga pernah terlibat dalam Pilpres 2019.

Kala itu, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Kompol Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

Selain itu, Putra Nababan juga menjadi pendiri ID Talent, sebuah platform manajemen talenta dan karier yang mempertemukan generasi muda terutama lulusan baru dan pencari kerja dengan berbagai perusahaan guna mendapatkan pekerjaan impian di ranah digital.

Riwayat Pendidikan:

  • SD PSKD
  • SMP Tarakanita 1
  • West High School, Iowa
  • Midland Lutheran College, Nebraska

Riwayat Pekerjaan:

  • Managing Editor Rakyat Merdeka
  • Host Program Talkshow Trijaya Radio
  • Wakil Pemimpin Redaksi Rcti Tv
  • Pemimpin Redaksi Metro Tv & Metro Tv News.com
  • Anggota Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN)
  • Founder & Co Id Talent

Riwayat Organisasi:

  • Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
  • Ideas Fellow, Unity In Diversity, Massachusetts Institute Of Techonology
  • Emerging Leaders Program, Harvard Kennedy School
  • Forum Pemimpin Redaksi Indonesia
  • Tim Kampane Nasional Jokowi Ma'ruf

Harta Kekayaan Putra Nababan

Putra Nababan tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp24.620.967.114 atau Rp24,6 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 25 Maret 2025.

Harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp7.830.800.000 atau Rp 7,8 miliar.

Sumber harta terbanyak kedua milik Putra berasal dari kas dan setara kas senilai Rp6.073.577.118 atau Rp6 miliar.

Meski begitu, ia memiliki utang senilai Rp292.242.775 atau Rp292 juta.

Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan Putra Nababan:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 7.830.800.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 700 m2/500 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 3.290.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 260 m2/260 m2 di KAB / KOTA ---, HASIL SENDIRI Rp. 910.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 86 m2/86 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA UTARA , HASIL SENDIRI Rp. 1.290.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 266 m2/266 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 2.340.800.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.440.600.000 

1. MOBIL, HYUNDAI H1 Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 425.000.000

2. MOBIL, TOYOTA INNOVA ZENIX Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 405.000.000

3. MOBIL, TOYOTA INNOVA ZENIX 2.0Q HV MODELISTA CVT TSS Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 610.600.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 4.093.308.000

D. SURAT BERHARGA Rp. 2.136.486.265

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 6.073.577.118

F. HARTA LAINNYA Rp. 3.338.438.506

Sub Total Rp. 24.913.209.889

III. HUTANG Rp. 292.242.775

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 24.620.967.114

(Tribunnews.com/Falza)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.