Siswa SD di Minut Belajar saat Revitalisasi Sedang Berlangsung, Kepsek: Ruangan Sementara Rehab
Rizali Posumah February 06, 2026 09:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Viral di sosial media (sosmed), sejumlah siswa di SD Inpres Klabat Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, belajar di lantai tehel warna putih.

Kelurahan Klabat berjarak sekitar 20 kilometer dari Airmadidi Ibu Kota Kabupaten. Estimasi waktu tempuh dengan berkendara kurang lebih 44 menit. 

Sementara dari Manado Ibu Kota Provinsi berjarak sekitar 30 kilometer. Estimasi waktu tempuh kurah lebih 1 jam dengan berkendara. 

Menggunakan seragam motif batik celana merah, aksi siswa tersebut dilakukan satu di antara ruang kelas yang bagian masuk program direvitalisasi.

Menurut informasi, peristiwa itu terjadi pada Rabu 4 Januari 2026 oleh siswa tersebut kelas VI SD Inpres Klabat.

Meja dan kursi di dalam ruang kelas sementara diletakkan, karena ruang kelas untuk belajar 26 siswa kelas VI SD Inpres Klabat sedang direvitalisasi.

Kondisi tersebut kemudian dikeluhkan oleh orang tua siswa dan mengunjungi sekolah, mengambil bukti mereka belajar di lantai sesuai video yang viral.

Video itu direkam sendiri oleh orang tua siswa, yang anaknya belajar di lantai pada hari Rabu kemarin.

"Saat kami tanya kenapa anak belajar di lantai, pihak sekolah bilang rehab ruangan itu akan dilanjutkan. Kami orang tua melihat dengan anggaran besar ada pekerjaan belum selesai," kata Farida satu diantara orang tua siswa, saat diwawancara wartawan di halaman sekolah SD Inpres Klabat, Jumat (6/2/2026).

Saat wawancara, cuaca di halaman sekolah SD Inpres Klabat yang satu lokasi dengan SMPN 2 Satu Atap Dimembe, Desa Klabat Kecamatan Dimembe Minut mendung.

Harapan Farida selaku orang tua, anak mereka tidak menjadi korban, bisa belajar dengan layak.

Karena kalau belajar di lantai, pakaian kotor saat pulang ke sekolah. 

Terkait dengan itu, menurut Kepala Sekolah SD Inpres Klabat Dimembe yang baru Novi Pinontoan siswa yang sempat belajar di lantai karena ruang kelas VI sedang di rehab lewat program revitalisasi.

"Meja kursi ada, tapi karena ruangan sementara di rehab anak-anak belajar disitu. Mereka (anak-anak), dengan belajar seperti itu senang karena tetap masih belajar namun orang tua yang mengeluh," kata Novi Pinontoan Kepsek SD Inpres Klabat di selasar ruang yang sedang di rahab dalam program revitalisasi, Jumat (6/2).

Saat di wawancara sejumlah wartawan, cuaca bergerimis.

Lanjutnya, proses belajar mengajar akan kembali normal dengan di masukkan kembali kursi dan meja yang sempat di letakkan di selasar depan kelas yang di rehab.

Pihaknya memperkirakan rehab itu akan selesai pada pekan depan.

Disentil mengenai keterlambatan pekerjaan rehab harusnya selesai di 31 Desember 2025, menurut Kepsek Novi terhambat karena keuangan diduga ditahan Kepala Sekolah yang lama.

Belum diserahkan ke Panitia pelaksana, untuk melanjutkan progres pengerjaan.

Ia menjelaskan terkait tiga ruangan yang di rehab dalam program revitalisasi, diduga ada langkah dan insiatif dilakukan mantan Kepsek yang ternyata tidak masuk dalam rencana anggaran biaya (RAB).

Insiatif tersebut berupa pergantian tehel lantai, sementara itu tidak masuk dalam RAB rehab revitalisasi.

"Yang di rehab tujuh ruang di SD Inpres Klabat, terbagi dua ada tiga ruang dan empat ruang kelas," tandasnya.

Amatan di lapangan, saat wartawan wawancara dengan seorang orang tua siswa dan Kepala sekolah SD Inpres Klabat para siswa nampak sedang mengembalikan ompreng atau tempat makanan bergizi gratis (MBG).

Sementara tumpukan meja yang di pakai untuk belajar berada di selasar depan tiga ruang kelas.

Sedangkan kursi di masukkan ke kelas VI, karena disaat itu juga berlangsung pertemuan atau rapat orang tua siswa, mantan Kepaek, Kepala Sekolah, pengawas, guru dengan Kepala Dinas Pendidikan Minut Joefita Supit, Inspektur Minut Stephen Tuwaidan dan jajaran.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.