Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kabupaten Nganjuk ikut terdampak gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 yang berpusat di 90 KM tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 KM, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB
Seorang warga, Kurya Dinata (25) mengatakan ia merasakan getaran gempa saat sedang menongkrong di sebuah warung, Jalan Merdeka, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk bersama tiga kawannya.
Menurut Dinata, gempa berlangsung sekira 6 sampai 7 detik.
Beberapa pengunjung warung beranjak dari kursinya.
"Meja hingga kursi di warung sampai bergoyang karena gempa," katanya, Jumat (6/2/2026).
Baca juga: Nenek Paniem Warga Ponorogo Nyaris Tertimpa Tembok Rumah yang Runtuh Akibat Gempa Pacitan
Pasca gempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk sigap mengumpulkan informasi megenai dampak gempa.
Berdasar informasi yang dihimpun BPBD, terdapat satu rumah di Desa Margopatut mengalami kerusakan. Rumah itu milik Achmad Zaini (71).
"Kerusakannya ringan. Hanya tembok samping rumah retak kecil dan beberapa genting pecah. Dipastikan tidak ada korban dalam kejadian ini," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo.
Baca juga: Daftar 10 Sasaran Pelanggaran Selama Polres Nganjuk Menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026
Sutomo menambahkan, kini, kerusakan di rumah Achmad Zaini sudah dibenahi.
Selain itu, BPBD rampung menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
"Kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti adanya dampak kejadian gempa dengan asesmen dan penyaluran bantuan logistik," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setiyo Wicaksono mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD.
Warga juga diminta tidak terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya mengenai gempa.
"Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi bangunan dan segera melaporkan ke instansi terkait akibat adanya dampak dari gempa bumi tersebut," paparnya.