Final Piala Asia Futsal 2026: Hector Souto Minta M Iqbal CS Bermain Lebih Cerdas Saat Hadapi Iran
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan bahwa timnya tidak melulu bermain terbuka saat menghadapi Iran di laga final Piala Asia Futsal 2026.
Menurutnya, kecerdasan bermain dan manajemen energi menjadi kunci utama untuk tetap kompetitif hingga menit-menit akhir pertandingan.
Hector mengakui bahwa Indonesia belum memiliki kapasitas untuk mendominasi permainan sepanjang 40 menit penuh.
Baca juga: Respek Tinggi Pelatih Iran ke Indonesia Jelang Final Piala Asia Futsal 2026, 13 Gelar Cuma Masa Lalu
Oleh karena itu, pendekatan taktis yang detail dan disiplin menjadi pilihan utama.
“Kami tidak bisa menghadapi pertandingan ini dengan tangan terbuka. Kami harus bermain dengan cerdas. Kami juga tidak bisa bermain dengan cara yang sama selama 40 menit,” ujar Hector dalam sesi konferensi pers jelang laga final di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pelatih asal Spanyol tersebut menekankan bahwa Timnas futsal Indonesia masih berada dalam proses pembangunan.
Fokus utama tim adalah memastikan para pemain berada dalam kondisi terbaik saat laga memasuki fase krusial.
“Yang bisa kami lakukan adalah bermain cerdas dan memastikan pemain berada dalam kondisi yang baik di akhir pertandingan. Target kami adalah membawa laga hingga menit-menit terakhir dengan peluang untuk menang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hector juga menyoroti faktor tekanan yang dinilainya justru lebih besar berada di pihak lawan.
Menurutnya Indonesia datang ke final tanpa beban, sementara lawan dituntut untuk menang.
“Tekanan ada pada mereka. Mereka tidak boleh kalah. Kami boleh kalah. Mungkin energi fisik mereka lebih baik, tetapi bisa jadi energi mental kami lebih kuat,” ujarnya.
Menjaga Mental Pemain
Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Timnas futsal Indonesia mencatat pencapaian luar biasa dengan menjuarai SEA Games dan kini hanya berjarak satu langkah dari gelar Asia.
Namun Hector menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hasil kerja individu.
“Ini bukan tentang saya. Ini tentang kita semua. Kita semua adalah pembuat sejarah. Ini adalah keberhasilan ekosistem futsal Indonesia, terutama para pemain dan staf,” tegasnya.
Terkait upaya menjaga kondisi mental pemain, Hector menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan justru dengan memberikan waktu pemulihan yang cukup setelah padatnya agenda pertandingan.
“Setelah SEA Games, kami memberi pemain waktu libur karena mereka bermain empat pertandingan dalam lima hari. Itu sangat berat secara fisik dan mental. Kami memberi mereka waktu lebih dari 10 hari untuk pemulihan cedera,” jelas Hector.
Saat pemusatan latihan, tim pelatih lebih menekankan persiapan strategis dan analisis calon lawan.
Sementara dari sisi mental, Hector menilai para pemain sudah terbiasa menghadapi tekanan sejak sesi latihan.
“Latihan kami memang penuh tuntutan. Itu sebabnya saat pertandingan, para pemain bisa bermain lebih bebas,” ucapnya.
Menjelang partai final, Hector menyebut fokus utama skuad Garuda kini bukan lagi soal motivasi, melainkan pemulihan kondisi fisik agar siap bersaing hingga akhir laga.
“Saat ini fokus utama kami adalah recovery,” pungkasnya.