TRIBUN-BALI.COM - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata melakukan evaluasi langsung terhadap pengelolaan keuangan dan aset daerah dengan mengunjungi Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, Kamis (5/2).
Kunjungan tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi persoalan yang berpotensi menghambat kinerja lembaga sekaligus mencari langkah penyelesaian yang bisa segera diterapkan.
Dalam pertemuan itu, Bupati yang dikenal dengan sapaan Gus Par menggelar diskusi terbuka dengan seluruh jajaran BPKAD, mulai dari staf hingga pimpinan badan.
Ia menilai pendekatan langsung ke organisasi perangkat daerah penting dilakukan agar pemerintah daerah memahami kondisi kerja secara nyata dan dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif.
Baca juga: NYEPI 2026, Sepakat Pengendalian Medsos, Peluang Picu Gesekan Ruang Digital, Ini Langkah Antisipasi!
Baca juga: ATENSI Sampah, Klungkung Buka Peluang Join Pihak Ketiga Kelola Residu, Bersih-bersih Pantai Perancak
"BPKAD memegang peranan vital dalam menjaga stabilitas keuangan daerah, termasuk memastikan kelancaran pelaksanaan program pembangunan," ungkap Gus Par.
Karena itu, ia meminta setiap hambatan, baik terkait administrasi, kualitas sumber daya manusia, maupun sistem pengelolaan keuangan dan aset, segera dipetakan untuk ditangani bersama.
Gus Par juga menyoroti pentingnya penguatan kerja tim dan disiplin aparatur dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menegaskan potensi pendapatan daerah harus digali secara maksimal dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku serta mempertimbangkan keberlanjutan fiskal daerah.
Selain itu, Bupati Karangasem menaruh perhatian serius terhadap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menekankan agar setiap temuan dan rekomendasi dari lembaga audit tersebut segera ditindaklanjuti secara tuntas.
"Jika terdapat kendala dalam proses penyelesaiannya, BPKAD tidak menutupinya dan segera menyampaikan agar pemerintah daerah dapat membantu mencarikan solusi," tegasnya. (mit)