Pesantren API Tegalrejo Magelang Rencanakan Pendirian SMK dan Pesantren di IKN
Iwan Al Khasni February 06, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, berencana mendirikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sekaligus pesantren bernama Syubbanul Wathon di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Sekolah tersebut ditargetkan dapat mulai menerima peserta didik baru pada 2027.

Pimpinan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengatakan, saat ini pembangunan belum dilakukan. Namun pihak pesantren telah mendapat kepastian terkait lokasi lahan yang akan digunakan.

“Setengah bulan yang lalu saya mengutus Gus Izzudin dan pengurus yayasan untuk bertemu Pak Basuki (Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara). Untuk satu hal, kita sudah dipastikan mendapatkan tanah dan posisi lahannya jelas,” ujar Gus Yusuf, Jumat (6/2/2026).

Ia menyebutkan lahan yang dialokasikan untuk pembangunan pesantren dan SMK tersebut seluas 1,2 hektare. 

“Mungkin setelah Lebaran nanti kita mulai konsentrasi lagi. Yang penting sekarang kita sudah dapat alokasi tanahnya,” katanya.

SMK Syubbanul Wathon di IKN nantinya akan menyasar masyarakat lokal di sekitar kawasan IKN sebagai santri dan peserta didik. 

Konsep yang diusung adalah pesantren berbasis pendidikan vokasi melalui SMK.

• PSMTI Kota Magelang Gelar Sunatan Massal Gratis Sambut Imlek dan Ramadan

“Di sana kita buka pesantren sekaligus SMK. Jurusannya yang relate dengan kebutuhan IKN, seperti pariwisata karena akan banyak hotel, juga konstruksi karena pembangunan IKN ini masih akan berjalan 10 sampai 20 tahun ke depan,” jelasnya.

Melalui SMK tersebut, pihak pesantren berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat lokal agar mampu terserap bekerja di IKN.

“Kita upgrade masyarakat lokal lewat SMK supaya bisa masuk bekerja di IKN. Tapi itu kan butuh attitude dan moral yang bagus juga. Di sinilah peran pesantren membangun karakter, tanggung jawab, etika, sementara skill-nya lewat SMK,” ungkapnya.

Untuk tenaga pendidik pesantren, Gus Yusuf menyebut akan memprioritaskan alumni Pondok Pesantren API, khususnya yang berasal dari wilayah Kalimantan.

Sementara itu, untuk pengadaan tenaga pendidik SMK, pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan dinas setempat.

“Kalau tenaga pendidik pesantren tentu dari alumni-alumni kita. Saya prioritaskan alumni yang ada di Kalimantan,” ujarnya. (tro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.