4 Tips Atasi Ngemil Makanan Manis Berlebihan Saat Imlek 2026
Mia Della Vita February 06, 2026 10:34 PM

Grid.ID- Perayaan Imlek 2026 kembali identik dengan momen kumpul keluarga dan sajian makanan khas yang menggugah selera. Beragam kudapan manis seperti kue keranjang, lapis legit, dan nastar hampir selalu hadir di setiap rumah.

Tanpa disadari, kebiasaan ngemil sambil bersantai bisa membuat konsumsi gula menjadi berlebihan. Jika dibiarkan, pola makan ini berpotensi berlanjut setelah Imlek 2026 berakhir.

Dampaknya bukan hanya kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatnya risiko berbagai penyakit. Karena itu, penting mengetahui cara mengendalikan kebiasaan ngemil manis selama Imlek 2026.

Dokter gizi dr Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK menjelaskan bahwa makanan manis berisiko dikonsumsi berlebihan karena sering dimakan tanpa sadar. “Makanan manis sebenarnya memang berbahaya karena biasanya makan snack enggak cuma satu, jadi biasanya enggak sadar,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Risiko tersebut semakin besar jika ngemil dilakukan sambil beraktivitas lain. “Apalagi kalau makan sambil melakukan kegiatan lain, contohnya sambil nonton TV,” tambahnya. Kebiasaan ini kerap terjadi saat suasana santai perayaan Imlek 2026.

Hindari ngemil sambil berkegiatan

Tips pertama untuk mengatasi kebiasaan ngemil berlebihan saat Imlek 2026 adalah menghindari makan camilan sambil melakukan aktivitas lain. Makan sambil menonton televisi atau berbincang panjang membuat seseorang tidak menyadari jumlah kalori yang masuk.

Padahal, camilan berukuran kecil bisa memiliki kalori sangat tinggi. Sepotong lapis legit, misalnya, mengandung sekitar 511 kalori dengan 41,39 gram lemak, 31,07 gram karbohidrat, dan 6,28 gram protein. Sementara satu buah kue nastar mengandung sekitar 75 kalori. “Karena biasanya dari camilan porsinya bisa banyak banget, bisa melebihi makan utama,” kata Raissa.

Tidak membiasakan diri makan makanan manis

Cara berikutnya adalah tidak menuruti keinginan untuk terus ngemil makanan manis. Kebiasaan ini memang sulit, karena sekali mulai, seseorang cenderung sulit berhenti.

Namun, Raissa menekankan bahwa Imlek 2026 adalah momen tahunan sehingga konsumsi kue masih boleh dilakukan asal dalam jumlah kecil.

Kunci utamanya adalah menjaga porsi dan tidak menjadikannya kebiasaan harian. “Jaga porsi dan jangan lupa setelah Imlek selesai kembali lagi ke pola makan sehat,” ujarnya. Dengan cara ini, euforia kuliner Imlek 2026 tidak berujung pada masalah kesehatan.

Makan buah sebagai pengganti kue

Jika sulit menahan keinginan ngemil makanan manis saat Imlek 2026, buah bisa menjadi alternatif yang lebih sehat. Menyediakan berbagai jenis buah di rumah dapat membantu mengalihkan keinginan mengonsumsi kue manis.

Buah umumnya lebih rendah kalori dan memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan kue. Selain itu, rasa manis buah berasal dari gula alami yang lebih aman bagi tubuh.

“Gula alami dari buah-buahan lebih baik dibandingkan dengan gula yang sudah dicampur dengan tepung terigu, mentega, telur, seperti contohnya kue-kue manis tersebut,” jelas Raissa.

Menyelingi dengan aktivitas olahraga

Tips terakhir untuk mengimbangi asupan makanan saat Imlek 2026 adalah tetap melakukan aktivitas fisik. Meski momen kumpul keluarga sering membuat waktu olahraga terbatas, aktivitas ringan tetap bisa dilakukan.

Jalan kaki, membantu membereskan rumah, atau aktivitas ringan lainnya sudah cukup membantu membakar kalori. Setelah Imlek 2026 usai, aktivitas olahraga bisa kembali ditingkatkan sesuai rutinitas.

“Kalau makannya sudah banyak, otomatis makanan tersebut harus kita keluarkan kalau tidak mau jadi gemuk badannya. Jadi olahraga mesti ditingkatkan,” tutur Raissa, dikutip dari Kompas TV.

Dengan menerapkan beberapa tips tersebut, perayaan Imlek 2026 tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan. Mengontrol porsi, memilih camilan lebih sehat, dan tetap aktif menjadi kunci agar tubuh tetap bugar. Momen kebersamaan saat Imlek 2026 pun bisa dilewati dengan lebih seimbang, tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.