4.401 Hunian Sementara Dibangun di Aceh, Tersebar di 10 Kabupaten
Willem Jonata February 06, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus mengakselerasi pemulihan pascabencana di Aceh. Fokus utama diarahkan pada percepatan penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak agar segera keluar dari kondisi pengungsian darurat.

Hingga awal Februari 2026, sebanyak 4.401 unit huntara telah rampung dibangun dan siap dihuni di berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana di Aceh.

Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi  Aceh, Safrizal ZA, mengatakan pembangunan huntara tersebut tersebar merata di sejumlah wilayah dengan tingkat kerusakan yang cukup signifikan.

Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai daerah dengan jumlah huntara terbanyak, yakni 1.015 unit. Disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 1.000 unit, Kabupaten Gayo Lues 530 unit, Kabupaten Aceh Timur 529 unit, serta Kabupaten Bener Meriah 455 unit.

Baca juga: Praja IPDN Gelombang II Diterjunkan ke Aceh Tamiang, Bantu Layanan Publik Pascabencana

Selain itu, pembangunan huntara juga dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 410 unit, Kabupaten Aceh Tengah 300 unit, Kabupaten Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kota Langsa 30 unit, serta Kabupaten Pidie sebanyak 12 unit.

“Pembangunan huntara yang telah rampung mencapai 4.401 unit atau sekitar 26 persen dari total kebutuhan sebanyak 15.956 unit. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi akan terus mengawal hingga seluruh target tercapai. Kita kebut dan terus percepat,” ujar Safrizal, Jumat  (6/2/2026).

Safrizal yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri menegaskan, percepatan pembangunan huntara membawa dampak langsung terhadap penurunan jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat.

“Seiring semakin banyak huntara yang selesai, jumlah pengungsi terus menurun. Berdasarkan laporan Posko Transisi, saat ini masih terdapat 74.120 jiwa atau 19.019 kepala keluarga yang tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota,” jelasnya.

Tak hanya sektor hunian, pemulihan ekonomi masyarakat juga mulai menunjukkan pergerakan positif. Safrizal menyebutkan, sebanyak 465 pasar rakyat di Aceh telah kembali beroperasi, sehingga membantu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan dan perekonomian warga.

Selain itu, sebanyak 641 rumah ibadah telah kembali difungsikan. Hal ini dinilai menjadi indikator penting pulihnya kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat pascabencana.

Di sektor infrastruktur lingkungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembersihan lumpur di wilayah terdampak. Dari total 235 lokasi sasaran, sebanyak 129 lokasi telah selesai ditangani, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.

“Pembersihan lumpur menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga. Salah satunya Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang kini sudah siap digunakan setelah sebelumnya terdampak cukup parah,” kata Safrizal.

Pada aspek layanan kesehatan, Safrizal memastikan seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak tetap berfungsi. Dari 146 fasilitas kesehatan terdampak, seluruhnya masih operasional. Dua puskesmas menjalankan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Sementara di sektor pendidikan, tercatat sebanyak 1.204 fasilitas pendidikan terdampak bencana. Meski demikian, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Adapun untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi terus dikebut. Hingga kini, 614 unit sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit lainnya dalam tahap persiapan. Selain itu, 46 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan.

“Seluruh upaya ini dilakukan untuk menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak. Semoga semua proses dimudahkan. Insya Allah menjelang Ramadan, progres pemulihan akan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan,” pungkas Safrizal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.