Diduga Keracunan MBG, 99 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diperiksa
Haorrahman February 06, 2026 10:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Hingga Jumat (6/2/2026), tiga siswa SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih menjalani perawatan di Puskesmas Umbulsari. Mereka mengalami diare dan mual yang diduga muncul setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG).

MBG tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Umbulsari yang berada di bawah naungan Yayasan Baitul Huda Amanah.

Berdasarkan data puskesmas setempat, total 112 orang di lingkungan sekolah terdampak dan sempat menjalani pemeriksaan medis. Jumlah tersebut terdiri dari 99 siswa dan 13 guru dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda.

Baca juga: Di Tengah Wacana Karyawan MBG jadi PPPK, Ada Guru 18 Tahun Mengabdi di Bondowoso Berhonor Rp 350.000

Kronologi

Kepala SMPN 1 Umbulsari, Mamik Sasmiati, menjelaskan kejadian ini pertama kali diketahui, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, pihak sekolah mendapati banyak siswa mengeluh sakit perut dan mengantre di kamar mandi.

“Awalnya kami pikir biasa, tapi kok jumlahnya banyak. Setelah didata, ada 99 anak. Mereka bilang perut mules sejak kemarin dan sudah beberapa kali buang air besar,” kata Mamik.

Melihat jumlah siswa yang mengalami keluhan serupa cukup besar, pihak sekolah menduga kondisi tersebut tidak terjadi secara alami.

“Kalau hampir ratusan anak mengalami hal yang sama, itu tidak mungkin gejala biasa. Setelah kami data, saya langsung menghubungi pihak SPPG,” imbuhnya.

Baca juga: Dimediasi PN Pasuruan, Gugatan Pengadaan Kendaraan MBG Berakhir Damai

Pihak sekolah kemudian mengumpulkan siswa yang mengalami diare di satu tempat untuk penanganan awal dan memberikan obat pereda diare. Tak lama berselang, tim MBG datang ke sekolah.

“Saya minta tim MBG segera menghubungi puskesmas, karena ini menjadi tanggung jawab penyedia MBG. Sekolah hanya sebagai penerima manfaat,” ujar Mamik.

Sekitar satu jam kemudian, petugas medis dari Puskesmas Umbulsari tiba dan melakukan pemeriksaan serta evakuasi terhadap puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan.

Dari keterangan sejumlah siswa, ditemukan dugaan bahwa kondisi makanan tidak sepenuhnya layak konsumsi.

“Beberapa anak menyampaikan ada makanan yang seperti belum matang,” ungkap Mamik.

Baca juga: Baru 15 dari 43 Dapur MBG Bondowoso Kantongi Sertifikat Higiene

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah memutuskan tidak membagikan MBG pada hari itu karena waktu sudah memasuki siang hari.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada Rabu (4/2/2026) meliputi ayam bakar, sambal, dan susu kemasan.

Penanganan Medis

Kepala Puskesmas Umbulsari, dr. Nur Ahmad Santoso, menyatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan observasi.

“Kami memberikan terapi obat mual dan nyeri perut. Secara umum kondisi para siswa berangsur membaik,” jelasnya.

Berdasarkan data Puskesmas Umbulsari, total 112 orang terdiri dari 99 siswa dan 13 guru di SMPN 1 Umbulsari diduga mengalami keracunan MBG.

Salah satu siswa berinisial NAT mengatakan ia mengonsumsi MBG pada Rabu (4/2/2026), sehari sebelum mengalami mual dan diare. Menu yang diterimanya berupa ayam bakar, sambal lalapan, dan susu kemasan.

Namun, ia mengaku menemukan kejanggalan pada lauk ayam yang dikonsumsi.

Baca juga: Dana Operasional Belum Cair, Dapur MBG Sumberejo Jember Berhenti Sementara 

“Saya lihat di ayamnya masih ada darahnya, meski tidak banyak. Tapi tetap saya makan sampai habis,” ujar Siswi kelas VIII , Jumat (6/2/2026).

Setelah pulang sekolah, NAT mulai merasakan mual saat tiba di rumah. Awalnya, ia mengira kondisi tersebut hanya sakit perut biasa.

“Sekitar jam 10 malam perut saya sakit dan diare terus, sampai tidak bisa tidur,” katanya.

Meski masih dalam kondisi tidak nyaman, NAT tetap berangkat sekolah keesokan harinya, Kamis (5/2/2026). Namun, sesampainya di sekolah, ia mendapati banyak teman sekelasnya mengalami keluhan serupa.

“Keluhannya beda-beda. Ada yang pusing, ada yang sakit perut seperti kebelet dan mencret,” tambahnya.

Pihak sekolah kemudian memanggil petugas medis dari Puskesmas Umbulsari untuk menangani para siswa yang diduga mengalami keracunan makanan.

“Kami diberi obat seperti Promag dan beberapa obat lain dari puskesmas,” ujarnya.

Hampir Semua Kelas

Kesaksian serupa juga disampaikan siswi kelas IX berinisial AQA, yang menyebut korban keracunan tersebar hampir di seluruh tingkat kelas.

“Dari kelas 7, 8, sampai 9 semuanya ada. Gejalanya muncul malam hari, padahal MBG dibagikan siang sebelumnya,” katanya.

(imam Nawawi/TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.