Rokok Komoditas Kedua Berkontribusi pada Garis Kemiskinan di Riau, Ini Data Lengkapnya
Ariestia February 06, 2026 11:15 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Data terbaru sesuai sensus penduduk tahun 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menggambarkan tingginya angka kemiskinan wilayah pedesaan tahun 2025. 

Beberapa komoditas mempengaruhi pada angka kemiskinan yang terjadi di Provinsi Riau.

Seperti yang dirilis BPS Riau pada data terbaru 5 Februari 2026, disebutkan jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 475,57 ribu orang naik 14,61 ribu orang terhadap Maret 2025, dan naik 2,53 ribu orang terhadap September 2024.

Kemudian persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 6,30 persen, naik 0,14 persen poin terhadap Maret 2025, dan turun 0,06 persen poin terhadap September 202.

Pada September 2025 tingkat kemiskinan di perkotaan lebih rendah dibandingkan di perdesaan.

Berikut komoditas dengan konstribusi terbesar dalam garis kemiskinan September 2025

Perkotaan

Makanan

Beras 17,89 persen

Rokok kretek filter 12,8 persen

Daging ayam ras 5,45 persen

Cabe merah 4,74 persen

Telur ayam ras 4,15 persen

Bawang merah 2,31 persen

Mie Instan 1,99 persen

Tongkol, tuna, cakalang 1,80 persen

Gula pasir 1,70 persen

Susu bubuk 1,41 persen

Non Makanan

Perumahan 8,49 persen

Listrik 4,42 persen

Bensin 3,43 persen 

Pendidikan 2,06 persen

Perlengkapan mandi 1,32 persen 

Pedesaan

Makanan

Beras 21,03 persen

Rokok kretek filter 14,22 persen

Daging ayam ras 5,02 persen

Cabe merah 4,69 persen

Telur ayam ras 3,72 persen

Bawang merah 2,89 persen

Gula pasir 2,76 persen

Mie Instan 1,93 persen

Cabe rawit 1,4 persen

Roti 1,37 persen 

Non Makanan

Perumahan 8,55 persen

Bensin 3,49 persen 

Listrik 2,62 persen

Pendidikan 1,30 persen

Perlengkapan mandi 1,16 persen 

Rokok Kretek Filter merupakan komoditi makanan yang memberikan kontribusi terbesar kedua dalam garis kemiskinan di Riau, baik di perkotaan maupun di perdesaan.

(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.