TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Data terbaru sesuai sensus penduduk tahun 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menggambarkan tingginya angka kemiskinan wilayah pedesaan tahun 2025.
Beberapa komoditas mempengaruhi pada angka kemiskinan yang terjadi di Provinsi Riau.
Seperti yang dirilis BPS Riau pada data terbaru 5 Februari 2026, disebutkan jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 475,57 ribu orang naik 14,61 ribu orang terhadap Maret 2025, dan naik 2,53 ribu orang terhadap September 2024.
Kemudian persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 6,30 persen, naik 0,14 persen poin terhadap Maret 2025, dan turun 0,06 persen poin terhadap September 202.
Pada September 2025 tingkat kemiskinan di perkotaan lebih rendah dibandingkan di perdesaan.
Berikut komoditas dengan konstribusi terbesar dalam garis kemiskinan September 2025
Makanan
Beras 17,89 persen
Rokok kretek filter 12,8 persen
Daging ayam ras 5,45 persen
Cabe merah 4,74 persen
Telur ayam ras 4,15 persen
Bawang merah 2,31 persen
Mie Instan 1,99 persen
Tongkol, tuna, cakalang 1,80 persen
Gula pasir 1,70 persen
Susu bubuk 1,41 persen
Non Makanan
Perumahan 8,49 persen
Listrik 4,42 persen
Bensin 3,43 persen
Pendidikan 2,06 persen
Perlengkapan mandi 1,32 persen
Makanan
Beras 21,03 persen
Rokok kretek filter 14,22 persen
Daging ayam ras 5,02 persen
Cabe merah 4,69 persen
Telur ayam ras 3,72 persen
Bawang merah 2,89 persen
Gula pasir 2,76 persen
Mie Instan 1,93 persen
Cabe rawit 1,4 persen
Roti 1,37 persen
Non Makanan
Perumahan 8,55 persen
Bensin 3,49 persen
Listrik 2,62 persen
Pendidikan 1,30 persen
Perlengkapan mandi 1,16 persen
Rokok Kretek Filter merupakan komoditi makanan yang memberikan kontribusi terbesar kedua dalam garis kemiskinan di Riau, baik di perkotaan maupun di perdesaan.
(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)