TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi dengan santai manuver politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang memberi sinyal mengusung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.
Diketahui, PAN adalah salah satu partai politik pengusung Gibran untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Gibran menegaskan tetap fokus bekerja sebagai pembantu Presiden.
“Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik,” kata Gibran dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, ke depan akan tetap fokus bekerja agar program pemerintah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga: Reaksi Dasco soal PAN Ingin Zulhas yang Dampingi Prabowo 2029: Politik Dinamis, Kerja Dulu
Wakil Ketua Umum DPP PAN Eddy Soeparno sebelumnya menyatakan dukungan partainya kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2029 sudah final. Ia bahkan membuka peluang menduetkan Prabowo dengan Zulhas.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029,” kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Eddy meyakini duet tersebut akan berdampak positif terhadap suara PAN.
“Itu juga akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader akan tergerak mendukung ketua umumnya. Saya bisa pastikan perolehan suara partai nanti akan melonjak di 2029,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eddy menegaskan dukungan PAN kepada Prabowo merupakan pilihan final dan tidak lagi menjadi perdebatan internal.
Pada Pilpres 2024, Prabowo Subianto berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.
Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, dan sejumlah partai non-parlemen.
Hasilnya, Prabowo–Gibran meraih suara tertinggi 58,59 persen, mengalahkan pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar (24,95 persen) dan Ganjar Pranowo–Mahfud MD (16,47 persen).
Di tengah manuver politik partai, Gibran memilih jalannya sendiri: fokus bekerja, memastikan program Presiden berjalan, dan memberi manfaat nyata bagi rakyat. Sikap ini menjadi pesan sederhana namun kuat, bahwa amanah jabatan lebih utama daripada hiruk pikuk politik jangka panjang.