TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengingatkan kepala daerah di kawasan Bandung Raya soal potensi peningkatan timbulan sampah makanan saat bulan suci Ramadan.
Dikatakan Herman, biasanya saat bulan suci Ramadan jumlah sampah makanan relatif meningkat, sehingga perlu diantisipasi.
“Jangan lupa pengelola sampah ada di Kabupaten/Kota, walaupun Provinsi back up, tapi kami mohon, terutama menghadapi bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, pasti sampah akan meningkat tajam," ujar Herman, Sabtu (7/2/2026).
Herman mengaku tak bosan-bosannya mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten/Kota di Bandung Raya terus mengedukasi masyarakatnya untuk mengurangi sampah makanan sejak dari rumah.
"Maka rumusnya, selain di hilir yang kami lakukan terus di hulu, yakni di tingkat keluarga," ucapnya.
Bahkan, Herman mengaku telah meminta secara khusus kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk memaksimalkan perangkatnya hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dalam mengurangi sampah makanan.
“Sudah ngobrol dengan Pak Wali Kota Bandung, ayo dong Pak Wali, camat, lurah RW, RT, seterusnya sampai tingkat keluarga kurangi sampah, manfaatkan sampah, pilah sampah minimal sampah makanan. Tidak ada sampah makanan dari rumah," katanya.
Herman juga mengingatkan industri hotel, restoran dan rumah makan di Bandung Raya agar mengurangi sampah makanan.
"Rumah makan yang luar biasa sangat banyak, terutama di Kota Bandung, Bandung Raya umumnya termasuk hotel, restoran, punten jangan menyisakan sampah," katanya.
Herman meyakini, bila sampah makanan dapat dikurangi, maka sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti dapat ditekan.
"Minimal itu dan saya yakin akan mengurangi sampah sampai setengahnya," ucapnya.
Sebab, kata Herman, dari 1.200 ton sampah yang dibuang ke TPPAS Regional Sarimukti, separuhnya adalah sampah makanan.
"Setiap hari kurang lebih 1.200 ton sampah yang di Sarimukti, setengahnya sampah makanan. Jadi kami imbau warga Bandung tidak boleh ada sampah makanan dari rumah," katanya.
Jika seluruh pihak bersinergi dalam menekan produksi sampah, kata dia, maka Bandung Raya dapat terhindar dari darurat sampah.
"Dan saya yakin bisa. Kudu maksakeun," ucapnya.