SRIPOKU.COM - Memasuki Bab 5 Pendidikan Pancasila Kelas 12, fokus utama pembelajaran beralih pada praktik nyata gotong royong dalam masyarakat yang heterogen.
Materi ini sering muncul dalam ujian dengan soal-soal berbasis analisis kasus (HOTS) yang menuntut pemahaman mendalam.
Untuk memudahkan belajar Anda, kami telah merangkum poin-poin penting materi tersebut secara ringkas dan padat, lengkap dengan simulasi soal pilihan ganda untuk menguji kesiapan Anda menghadapi ujian.
Baca juga: Ringkasan Materi Bab 4 Pendidikan Pancasila Kelas 12 SMA, Dilengkapi Latihan Soal HOTS
Ringkasan Materi Bab 5: Praktik Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia
1. Hakikat Gotong Royong dalam Identitas Bangsa
Gotong royong bukan sekadar kerja bersama, melainkan manifestasi dari sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia". Ia merupakan aktivitas sosial yang dilakukan secara sukarela, tanpa pamrih, dan didasari oleh rasa solidaritas serta kekeluargaan.
2. Landasan Filosofis dan Sosiologis
3. Bentuk-Bentuk Gotong Royong di Era Modern
4. Pentingnya Revitalisasi Gotong Royong
Di tengah arus individualisme dan digitalisasi, gotong royong perlu direvitalisasi agar tidak luntur. Hal ini mencakup:
Latihan Soal HOTS
Soal 1
Di sebuah kota besar yang masyarakatnya sangat heterogen dan sibuk, kegiatan kerja bakti fisik mulai sulit dilaksanakan. Namun, masyarakat di sana berinisiatif membuat aplikasi "Warga Peduli" untuk memantau keamanan lingkungan dan menggalang bantuan darurat bagi warga yang sakit. Berdasarkan fenomena ini, hal tersebut membuktikan bahwa...
A. Gotong royong tradisional sudah tidak relevan di lingkungan perkotaan.
B. Nilai gotong royong mengalami transformasi bentuk dari fisik ke arah kolaborasi berbasis teknologi.
C. Masyarakat kota cenderung individualis sehingga membutuhkan pengawasan teknologi.
D. Teknologi menggantikan peran manusia dalam interaksi sosial bermasyarakat.
E. Kepedulian sosial hanya muncul jika difasilitasi oleh perangkat digital.
Kunci Jawaban: B
Soal 2
Seorang pemuda sukses di desa membangun perpustakaan gratis dan memberikan pelatihan keterampilan bagi anak-anak putus sekolah tanpa memungut biaya. Tindakan pemuda tersebut merupakan bentuk praktik gotong royong dalam dimensi...
A. Kewajiban hukum warga negara dalam mencerdaskan bangsa.
B. Kerjasama ekonomi yang bertujuan untuk mencari keuntungan di masa depan.
C. Pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup bersama secara sukarela.
D. Keterpaksaan sosial karena ingin mendapatkan pengakuan dari masyarakat desa.
E. Pelaksanaan instruksi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran.
Kunci Jawaban: C
Soal 3
Salah satu tantangan terbesar praktik gotong royong di era globalisasi adalah menguatnya sikap primodialisme dan etnosentrisme. Dampak yang paling berbahaya jika sikap ini dibiarkan terhadap praktik gotong royong di Indonesia adalah...
A. Munculnya persaingan ekonomi antar-daerah yang sangat ketat.
B. Gotong royong hanya akan dilakukan terbatas pada kelompok yang memiliki kesamaan identitas.
C. Berkurangnya jumlah relawan dalam kegiatan kemanusiaan internasional.
D. Semakin banyaknya pembangunan infrastruktur yang bersifat eksklusif.
E. Melemahnya minat generasi muda untuk mempelajari sejarah kebudayaan daerah.
Kunci Jawaban: B
Soal 4
Dalam menghadapi pandemi global, masyarakat Indonesia secara spontan melakukan gerakan "Canthelan" (berbagi bahan makanan di pagar rumah) dan donasi oksigen. Dari sudut pandang ketahanan nasional, praktik gotong royong ini berfungsi sebagai...
A. Alat politik untuk menaikkan citra kelompok tertentu di mata publik.
B. Pengganti seluruh kewajiban pemerintah dalam menangani masalah kesehatan.
C. Modal sosial yang memperkuat persatuan dan membantu negara dalam situasi krisis.
D. Bentuk protes masyarakat terhadap lambannya bantuan dari pihak eksternal.
E. Strategi pemasaran sosial bagi komunitas-komunitas baru di masyarakat.
Kunci Jawaban: C
Soal 5
Bagaimana cara terbaik bagi seorang siswa SMA untuk mengimplementasikan nilai gotong royong yang solutif di lingkungan sekolah yang memiliki keberagaman pendapat yang tajam?
A. Memaksakan pendapat pribadi agar segera terjadi kesepakatan dalam forum.
B. Menghindari diskusi kelompok agar tidak terjadi konflik atau perdebatan.
C. Membentuk kelompok belajar yang anggotanya hanya memiliki pandangan yang sama.
D. Menjadi mediator dalam diskusi kelompok untuk mensinergikan berbagai ide demi tujuan bersama.
E. Menyerahkan seluruh tanggung jawab keputusan kepada guru tanpa memberikan masukan.
Kunci Jawaban: D