Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Jalan Mayor Oking Stasiun Bogor kini semrawut kembali, Sabtu (7/2/2026).
Pedagang kaki lima (PKL) kini muncul kembali dan mereka berjualan di atas pedestrian atau trotoar.
Pantauan TribunnewsBogor.com, di lokasi, PKL ini berjualan di trotoar dari arah Jembatan Merah.
Mereka berjejer memanjang dan memang lapak semi permanen lengkap dengan payung.
PKL berjualan sampai dekat dengan areal tempat penitipan sepeda motor luar Stasiun Bogor.
Pejalan kaki tidak bisa leluasa menggunakan trotoar ini.
PKL ini sebelumnya berjualan di sisi kiri atau badan jalan Mayor Oking.
Tempat mereka berjualan kini menjadi pangkalan angkutan kota (angkot). PKL di badan jalan ini beberapa lalu ditertibkan oleh Satpol PP.
Angkot mengetem dan membuat kemacetan di jalan ini.
Badan jalan ini juga digunakan sebagai tempat mangkal ojek online (ojol).
Tidak ada petugas Satpol PP Kota Bogor yang berjaga di kawasan ini.
“Sekarang pindah kesana. Sebelumnya emang dipinggir jalan. Pinggir jalannya juga sekarang jadi tempat ngetem angkot,” kata salah satu penumpang KRL Stasiun Bogor, Anta Kusmanah saat ditanya TribunnewsBogor.com.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin melakukan aksi jumat bersih atau jumsih di Jalan MA Salmun sampai Mayor Oking.
Ia membersihkan PKL yang berjualan, sampai parkir liar.
Lantai-lantai pedestrian langsung disemprot oleh Damkar Kota Bogor.
Beberapa barang milik PKL mulai dari payung sampai palet kayu diangkut langsung dan dimasukan ke dalam truk Satpol PP Kota Bogor.
“Jumsih kali ini kolaborasi denhan Forkopimda dan Korem, Danrem ikut turun. Kita target bebersih lingkungan di PKL MA Salmun yang memang sudah lama kita sentuh lagi sejak dua bulan lalu kemarin bersih sekarang kumuh kembali,” kata Jenal Mutaqin usai Jumsih.
Jenal pun heran saat memeriksa ruas Jalan Mayor Oking.
Ia menemukan colokan listrik yang ternyata digunakan oleh para pedagang kaki lima (PKL).
Listrik ini digunakan oleh PKL untuk berjualan saat malam hari.
Colokan listrik beberapa diantaranya ditutup menggunakan plastik.
Jenal terlihat langsung membongkar plastik-plastik itu.
“Ada beberapa tiang listrik yang ada aliran listriknya untuk para pedagang di malam hari,” ujarnya.