TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Kunjungan ke perguruan tinggi menjadi langkah awal penting dalam menentukan arah masa depan pendidikan.
Hal inilah yang dilakukan oleh 52 siswa Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Ngemplak, Mranggen, Kabupaten Demak, melalui kegiatan school visit ke Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Teater Fakultas Sains dan Teknologi Kampus 3 UIN Walisongo tersebut bertujuan mengenalkan dunia perguruan tinggi sekaligus memotivasi siswa agar berani merencanakan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sejak dini.
Acara dipandu oleh brand ambassador UIN Walisongo Semarang dan diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah.
Rombongan MA Miftahul Ulum hadir bersama delapan guru pendamping sebagai bagian dari upaya pendampingan siswa dalam mengenal lingkungan kampus.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MA Miftahul Ulum, Drs. Taufik, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UIN Walisongo.
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah membuka wawasan siswa tentang pendidikan tinggi.
“Saya merupakan alumni UIN Walisongo, yang dulu masih bernama IAIN, angkatan 1991. Saya seangkatan dengan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti,” ujarnya, seraya menekankan bahwa kampus ini telah melahirkan banyak tokoh nasional.
Taufik juga menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Madrasah tidak dapat hadir mendampingi langsung akibat agenda kedinasan di luar daerah.
Ia berharap pengalaman berkunjung ke kampus dapat menjadi titik awal tumbuhnya semangat dan kepercayaan diri siswa untuk melanjutkan studi.
“Kunjungan ini kami harapkan menjadi motivasi awal bagi siswa-siswi MA Miftahul Ulum untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya di UIN Walisongo Semarang. Karena itu, kami berharap para siswa mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Sama, Kelembagaan, dan Humas (KKH) UIN Walisongo Semarang, M. Sirojudin Munir, menyambut rombongan dengan mengajak para siswa memandang masa depan secara optimistis.
Ia memperkenalkan UIN Walisongo sebagai kampus kemanusiaan dan peradaban yang siap mendampingi generasi muda dalam meraih cita-cita.
“Langkah kalian datang ke sini adalah awal yang baik. Jangan pernah takut bermimpi besar. UIN Walisongo bisa menjadi jembatan untuk mewujudkan cita-cita itu,” ujarnya.
Munir menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri, berprasangka baik kepada Allah SWT, serta mengiringi doa dengan usaha yang sungguh-sungguh.
Menurutnya, keberhasilan banyak alumni UIN Walisongo menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi titik awal perubahan hidup.
“Dari latar belakang yang sederhana, siapa pun bisa menjadi orang besar. Yang penting berani bermimpi dan mau berproses,” kata Munir.
Ia berharap melalui kegiatan school visit ini, para siswa dapat mulai mengenali minat dan potensi diri sejak awal, sehingga kelak mampu memilih program studi dan fakultas yang sesuai dengan bakat, kemampuan, serta cita-cita mereka.(***)