TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Dedeng Febrianto kini kebingungan mencari tempat tinggal setelah rumah kontrakan yang dihuni bersama keluarga hangus dilalap api di kawasan Berok Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Jumat (6/2/2026) siang.
Dedeng merupakan salah satu penghuni kontrakan yang menjadi korban kebakaran tersebut.
Seluruh barang miliknya ludes terbakar dan tak satu pun sempat diselamatkan.
Ia hanya bisa pasrah menerima musibah yang menimpanya.
Kebakaran itu menghanguskan dua unit rumah, lima petak kontrakan, serta dua ruangan SDN 05 Surau Gadang.
Baca juga: Rentetan 4 Kebakaran di Padang dalam 24 Jam: Speedboat, Sekolah hingga Rumah Warga Hangus Terbakar
Peristiwa terjadi seusai salat Jumat, sekitar pukul 13.30 WIB. Sebanyak lima armada Pemadam Kebakaran Kota Padang dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Menurut Dedeng, api pertama kali terlihat membesar di bagian atap rumah pemilik kontrakan.
Saat kejadian, ia tengah bersiap berangkat kerja ketika mendapati kobaran api sudah membesar.
Lokasi rumah yang saling berdekatan membuat api dengan cepat merambat ke lima petak kontrakan, salah satunya yang ia tempati.
Kondisi cuaca panas disertai angin kencang mempercepat penyebaran api.
“Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang, karena api menyebar sangat cepat akibat angin,” ujar Dedeng dengan tabah saat ditemui TribunPadang.com di lokasi kejadian.
Meski menghanguskan sejumlah bangunan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, seluruh harta benda Dedeng habis terbakar, menyisakan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Dedeng mengaku telah menempati kontrakan tersebut selama dua tahun bersama istri dan seorang anaknya. Sebelumnya, mereka tinggal menumpang di rumah keluarga di kawasan Kurao, Padang.
Ia mengaku berusaha ikhlas menerima musibah tersebut sebagai kehendak Tuhan.
“Sudah kehendak Allah SWT. Kami hanya butuh doa agar bisa bangkit kembali,” ucapnya.
Pasca kebakaran, Dedeng mengaku belum mengetahui harus tinggal di mana, terlebih bulan Ramadan segera tiba.
Selama dua tahun terakhir, ia dan keluarganya menjalani Ramadan di kontrakan tersebut.
Untuk sementara waktu, Dedeng bersama keluarga memilih kembali menumpang di rumah keluarganya.
“Tidak tahu harus tinggal di mana, apalagi mau bulan puasa. Mungkin sementara di rumah keluarga,” katanya.