SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIB Kayuagung, ada semangat baru yang sedang tumbuh. Tak sekadar menjalani masa pembinaan, para penghuni Lapas diajarkan jadi petani produktif yang mengolah lahan kosong di areal Lapas.
Langkah nyata ini diambil sebagai komitmen Lapas Kayuagung dalam memberikan pembekalan kemandirian sekaligus menyukseskan program pemerintah di bidang pangan.
Kepala Lapas Kayuagung, Chandra Syahputra Tarigan menjelaskan optimalisasi SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) dilakukan dengan mengaktifkan kembali berbagai kegiatan pertanian di area lapas.
"Kegiatan yang dikerjakan meliputi proses pembersihan lahan ditanami kembali, perbaikan pondok di area SAE, hingga penataan lingkungan pertanian agar lebih tertata dan produktif," ujar Chandra diwawancarai awak media pada Sabtu (7/2/2026) siang.
Tak hanya sekadar membersihkan lahan, para warga binaan dibekali teknik bercocok tanam intensif.
Chandra memaparkan, kini sedang ada penanaman berbagai jenis sayuran yang miliki nilai konsumsi tinggi yaitu kangkung dan bayam.
Sayuran kacang panjang dan penyemaian benih terong. Serta pembibitan buah pepaya dan jeruk.
"Kami melakukan pembuatan ajir untuk tanaman kacang panjang dan pembersihan rumput liar di sekitar tanaman terong. Ini sangat penting menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal agar hasil panen maksimal nanti," sambungnya.
Disampaikan Kalapas, seluruh aktivitas pertanian ini melibatkan kerja sama antara petugas, peserta magang dan para warga binaan.
Meski beraktivitas di luar blok hunian atau di area SAE, namun standar keamanan tetap menjadi prioritas utama.
"Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta keselamatan kerja bagi seluruh pihak yang terlibat," tegasnya.
Melalui program ini, Lapas Kayuagung berharap WBP tidak hanya memberikan kontribusi pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki skill yang bisa diandalkan setelah bebas nanti.
"Program ini bertujuan memberikan pembekalan keterampilan bercocok tanam yang aplikatif dan berkelanjutan. Kami berharap saat kembali ke masyarakat nanti, mereka telah memiliki produktivitas tinggi dan kemandirian ekonomi," pungkasnya.
Baca juga: Keluarga Penjambret di Sleman Cabut Surat Kuasa dari Kantor Hukum Misnan Hartono
Baca juga: Polisi Konten Kreator Ini Kena Pecat, Kabid Humas Sebut yang Bersangkutan tak Bisa Lagi Dibina