Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Di balik riuhnya lalu lintas pengantaran paket yang setiap hari berseliweran di Kabupaten Kepahiang, terselip kisah pilu yang kini harus dijalani seorang kurir J&T bernama Toni.
Pria sederhana asal Desa Nanti Agung, Kecamatan Tebat Karai, itu tengah diuji nasibnya setelah sepeda motor sekaligus paket yang ia bawa raib dicuri saat sedang bekerja di Desa Sukamerindu, Kecamatan Kepahiang pada Jumat (6/2/2026).
Sepeda motor Honda Beat Street bernopol BD 4561 YG, yang selama ini menjadi satu-satunya alat penopang hidupnya, hilang bersama paket-paket yang belum sempat diantarkannya.
Bagi Toni, motor tersebut bukan sekadar kendaraan, melainkan sumber penghidupan selama hampir setahun sebagai kurir J&T, dengan penghasilan tergantung pada jumlah paket yang berhasil diantarkan.
“Ini motor satu-satunya untuk cari duit. Sekarang belum bisa antar paket lagi karena motornya tidak ada,” tuturnya dengan wajah kebingungan.
Paket-paket yang ikut hilang membuat Toni cemas. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke kantor tempatnya bekerja, namun belum tahu kebijakan perusahaan.
“Kita sudah lapor ke kantor, tapi belum tahu kebijakan perusahaan seperti apa. Harapan kita kantor bisa mengerti kondisi kita yang lagi kena musibah,” katanya penuh harap.
Di sisi lain, beban hidup Toni kian berat. Anak pertamanya berusia tiga setengah tahun, sementara sang istri tengah menanti kelahiran anak kedua yang Insya Allah akan lahir pertengahan Februari 2026.
“Kondisi memang lagi perlu duit. Anak kedua ini tinggal menghitung hari, insyaallah lahir pertengahan bulan ini,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Atas kejadian tersebut, Toni juga telah melaporkan pencurian yang dialaminya ke Polsek Kepahiang.
"Iya kita sudah melapor ke pihak kepolisian, harapannya motor dapat segera ditemukan," pungkas Toni.
Kronologi Kejadian
Kronologi Toni kurir J&T menjadi korban pencurian motor beserta paket yang sedang dibawanya, pada Jumat (6/2/2025).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban melakukan pengantaran paket warga di daerah Desa Sukamerindu, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang sekitar pukul 11.00 WIB.
"Habis ngantar paket pertama, aku mengantar paket ke rumah kedua disebelahnya. Namun posisi motor masih di depan rumah konsumen pertama," ucap Toni warga Desa Nanti Agung, Kabupaten Kepahiang.
Namun setelah mengantar paket kedua, Toni mendapati motor beat streetnya dengan nopol BD 4561 YG tersebut sudah hilang.
"Setelah mengantar paket di rumah kedua dan mau ngambil motor untuk mengantar paket selanjutnya motor sudah hilang kurang lebih sepuluh menit," ungkap Toni.
Selain motor, seluruh paket yang belum diantarkannya juga ikut hilang.
"Iya seluruh paket juga ikut hilang, dari data kita paketnya sekitar 53 paket," ujar Toni.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
"Nominal kerugiannya sekitar Rp 25 juta lebih," beber Toni.
Atas kejadian tersebut juga Toni telah melaporkan pencurian yang dialaminya ke Polsek Kepahiang.
"Iya kita sudah melapor ke pihak kepolisian, harapannya motor dapat segera ditemukan," pungkas Toni.