Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Jakarta Bhayangkara Presisi menundukkan perlawanan sengit yang ditunjukkan oleh Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan kedudukan 3-0 (25-20, 27-25, 26-24) dalam pertandingan Proliga 2026 di GOR Ken Arok, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.

Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Reidel Toiran dalam sesi konferensi pers usai pertandingan di GOR Ken Arok, mengatakan para pemain lokal memang diberikan kesempatan tampil dan sanggup menunjukkan penampilan apik hingga mengakhiri laga dengan kemenangan.

"Kami memang mencoba pemain lokal yang ada, pemain asing disimpan. Ini juga babak reguler," kata Riedel.

Rotasi pemain menjadi strategi yang dijalankan oleh Bhayangkara Presisi untuk mengukur sejauh mana kesiapan seluruh pemain bermain di tengah atmosfer kompetisi yang ketat.

"Kalau sudah di final four kami tidak akan mencoba lagi," ucap dia.

Sementara itu, Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi Ariyanto menjelaskan timnya kehilangan banyak poin, terutama ketika situasi receive dan masih kurang maksimal saat melakukan serangan balik.

Menurut dia, kesalahan seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi agar kesempatan mendulang poin tidak hilang begitu saja.

"Saat umpan free ball, setter di depan seharusnya bisa memanfaatkan tetapi belum bisa diarahkan ke arah titik terlemah dari Bhayangkara," kata Ariyanto.

Meski menderita kekalahan, Ariyanto tetap optimistis tim yang dia latih masih bisa lolos ke final four, sekalipun peluang bagi Medan Falcons begitu kecil.

"Tentunya kami akan berusaha untuk mendapatkan itu," ujar dia.

Jakarta Bhayangkara Presisi kini telah mengoleksi total 10 poin dan duduk di urutan kedua di dalam klasemen Proliga 2026 di bawah pucuk pimpinan Jakarta Lavani Livin' Mandiri yang mengumpulkan 18 poin.

Sedangkan, untuk Medan Falcons Tirta Bhagasasi berada di urutan kelima atau terakhir dan baru sanggup mencetak satu poin.